Lolos dari Kritis Usai Duel Lawan Jukir di Depan SPBU Basirih Banjarmasin, Wakar Jadi Tersangka
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Sekira seminggu seorang wakar (penjaga malam) asal Tanah Laut harus menjalani opname dalam kondisi kritis di RSUD Ulin, Banjarmasin.
Laki-laki bernama Rahmatullah (38) itu mengalami luka serius akibat duel dengan seorang juruparkir (jukir), Muhammad Helmi (41).
Duel wakar vs jukir ini terjadi di kawasan Jalan Gubernur Soebarjo, depan SPBU Basirih, Banjarmasi, Senin (16/9/2026) malam.
Dalam duel tersebut, Helmi yang merupakan warga Kompleks Aldi II, Kelurahan Mantuil, Banjarmasin, tewas di tempat karena terkena tusukan senjata tajam jenis belati yang dipegang Rahmatullah.
Namun, Rahmatullah juga mengalami luka tusuk di bagian dada sehingga kondisinya kritis saat dibawa ke rumah sakit.
Kini, kondisinya mulai membaik. Dalam kondisi tersebut, Rahmatullah ditetapkan sebagai tersangka.
Baca Juga: Kronologi Duel Jukir vs Wakar di Depan SPBU Basirih Banjarmasin, Tewas Gegara Nasi Bungkus
Baca Juga: Propam Polda Kalsel Periksa Perwira Polresta Banjarmasin, Dilaporkan Peluk Siswi Magang
Ia pun mendekam di sel Polsek Banjarmasin Selatan untuk menjalani pemeriksaan.
"Kami bawa tersangka pada Sabtu (19/9/2026) malam. Kondisinya sudah membaik setelah menjalani penanganan medis," ungkap Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Selatan, Iptu Sudirno, Rabu (23/9/2026).
Ia mengungkapkan, Helmi dan Rahmatullah sudah saling mengenal.
Perselisihan berawal dari persoalan nasi bungkus. Keduanya lalu cekcok.
"Pemicunya soal nasi bungkus. Saat itu korban (Helmi) dalam kondisi pengaruh minuman keras, tersinggung luar biasa," ucapnya.
Saat itu Helmi sempai mengancam Rahmatullah menggunakan senjata tajam yang infonya berjenis belati.
Rahmatullah pun kemudian menyingkir, namun tetap dikejar Helmi.
Merasa terancam, Rahmatullah mengambil potongan kayu yang ada di sekitar lokasi.
Perkelahian terjadi. Rahmatullah sempat terkena tusukan di bagian dada.
Namun, ia kemudian mampu merebut belati dan menusuk balik ke tubuh Helmi.
Akibat tusukan di bagian ulu hati itu, Helmi terjatuh lalu meninggal di tempat.
Sementara Rahmatullah dibawa beberapa saksi ke rumah sakit karena kondisinya kritis dengan dada bersimbah darah.
Kini, ia sudah membaik kondisinya dan menjalani proses hukum.