Penerbangan Sampit-Surabaya Delay 3 Jam, Masuk Sekolah di Kotim Boleh Diundur
WARTABANJAR.COM, SAMPIT - Mengingat Jarak pandang terbatas akibat tertutup kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), penerbangan pesawat NAM Air dari Bandara Haji Asan Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menuju Surabaya Provinsi Jawa Timur pada Rabu (5/8/2026) pukul 13.35 WIB tertunda tiga jam.
Menurut Humas Bandara Haji Asan, Alfiansyah, pesawat baru tinggal landas sekitar pukul 16.30 WIB.
"NAM Air Sampit-Surabaya terbang pukul 16.30 WIB yang seharusnya berangkat 13.35 WIB," ujar Alfiansyah.
Sejauh ini, dari tiga maskapai yang melayani rute Bandara Haji Asan, baru pesawat NAM Air tersebut yang terkendala kabut asap.
Baca juga: Wabup Tabalong Ajak Warga Jaga Lahan Gambut, Antisipasi Karhutla Saat Ancaman El Nino
Kabut mulai menebal pada Selasa (4/8/2026) malam hingga membuat jarak pandang di Sampit pada Rabu pagi hanya sekitar 500 meter.
Alfiansyah pun mengimbau masyarakat yang memiliki jadwal penerbangan dari maupun menuju Sampit untuk terus memantau informasi terbaru dari maskapai dan pihak Bandara Haji Asan karena kondisi cuaca dan kualitas udara berubah-ubah.
Pekatnya kabut membuat sejumlah pengendara harus menyalakan lampu kendaraan meski hari sudah terang.
Data The Weather Channel menunjukkan indeks kualitas udara mencapai 167, yang masuk kategori tidak sehat.
Baca juga: Kabupaten Banjar Rawan Banjir hingga Karhutla, Literasi Kebencanaan Terus Diperkuat
Oleh karenana Pemkab Kotim memberikan kelonggaran kepada sekolah untuk menyesuaikan kegiatan belajar mengajar dengan kondisi kualitas udara.
Dalam Surat Edaran Bupati Kotim Nomor 400.3.1/1087/DISDIK-1/2026 yang ditandatangani Halikinnor pada 3 Agustus 2026, bila kabut asap menebal jam masuk sekolah dapat diundur dari pukul 06.30 WIB menjadi 07.30 WIB atau disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Tak hanya mengubah jam masuk, sekolah yang berada di wilayah terdampak kabut asap juga diperbolehkan menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Belajar dari Rumah (BDR) secara daring.