Kelangkaan Memori RAM Diprediksi Bakal Lebih Gawat di 2028
WARTABANJAR.COM - Kelangkaan chip memori, termasuk untuk RAM, diperkirakan akan berlanjut hingga 2028 dan bahkan lebih ketat dibanding 2026. Perkiraan ini disampaikan produsen memori asal Amerika Serikat (AS), Micron.
Perkiraan itu disampaikan CEO Micron, Sanjay Mehrotra, saat perusahaan itu melaporkan kinerja kuartal IV tahun fiskal 2026 (Q4 2026), akhir September nanti.
"Pada 2027 maupun 2028, kami melihat permintaan melampaui suplai," kata Mehrotra.
Micron mengatakan, sebagian besar kapasitas produksinya untuk tahun depan sudah terjual, dengan lebih dari 75 persen suplai 2027 terikat komitmen pelanggan.
"Kami belum punya gambaran kapan pasokan dan permintaan akan kembali seimbang," ujar Mehrotra sebagaimana dikutip Kompas.com dari Toms Hardware.
Menurut Mehrotra, produksi dari pabrik DRAM (chip RAM) dan NAND (chip penyimpanan) baru butuh waktu untuk meningkat, dan baru terasa signifikan secara bertahap beberapa kuartal setelah produksi awal.
Micron memperkirakan pengiriman DRAM dan NAND tumbuh di kisaran 20-an persen dalam dua tahun ke depan.
Baca Juga: Ternyata Hacker Lebih Jago Pakai AI daripada Polisi Siber
Baca Juga: Mengisi Daya Ponsel Ada Urutannya Biar Baterai Lebih Awet
Pengiriman memori high-bandwidth memory untuk chip AI di pusat data, diperkirakan tumbuh lebih cepat dibanding DRAM konvensional.
Micron juga berencana menaikkan belanja modal untuk menambah kapasitas pabrik. Belanja modal bersih pada Q1 2027 diperkirakan sekitar 11,5 miliar dollar AS (sekitar Rp207 triliun).
Kelangkaan memori sudah menekan pasar ponsel. Lembaga riset IDC memperkirakan pengiriman ponsel pintar global pada 2026 turun 16,7 persen dibanding 2025, menjadi sedikit di atas 1 miliar unit.
Sementara itu, harga jual rata-rata diperkirakan naik 27,6 persen dibanding 2025, menjadi 581 dollar AS.
Ponsel di bawah 100 dollar AS (sekitar Rp1,8 juta) paling tertekan. Pengiriman kategori itu turun hampir 60 persen pada kuartal II 2026, dibanding periode sama tahun lalu.
Sepanjang tahun lalu, kategori itu mengirim 173 juta unit. "Tsunami memori yang kami peringatkan kini benar-benar menghantam pasar," kata Wakil Presiden Worldwide Client Devices IDC, Francisco Jeronimo.