Pemkab Banjar Beri Bonus Murid Peraih Medali Perak Pencak Silat O2SN Nasional
WARTABANJAR.COM, MARTAPURA - Murid SD asal Kabupaten Banjar, M Naupal Hebatullah, meraih medali perak atau juara kedua nasional cabang olahraga pencak silat, pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) jenjang Sekolah Dasar (SD).
Prestasi tersebut diraih Naupal, pada O2SN tingkat nasional yang berlangsung di Jakarta, 17-23 Agustus 2026.
Atas prestasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Banjar memberikan apresiasi dan bonus penghargaan kepada Naupal.
Penghargaan diserahkan Bupati Banjar H Saidi Mansyur, bersama Wakil Bupati Habib Idrus Al Habsyi, dan Sekretaris Daerah Banjar H Yudi Andrea, di Ruang Kerja Bupati Banjar, Martapura, Senin (05/10/2026).
Saidi mengatakan, apresiasi tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan sekaligus motivasi, agar Naupal terus mengembangkan bakatnya di bidang pencak silat.
Capaian tersebut, lanjutnya, diharapkan tidak berhenti pada prestasi di jenjang SD.
“Semoga Ananda Naupal dapat melanjutkan tren positif ini saat melangkah ke jenjang pendidikan SMP, serta kembali menjadi wakil andalan Kabupaten Banjar pada O2SN mendatang,” harapnya.
Medali tersebut menjadi prestasi nasional pertama, yang berhasil dibawa pulang SDN Cindai Alus 2 Martapura melalui ajang O2SN.
Baca Juga: Hasil TKA Banjar Jadi Bahan Evaluasi Pendidikan dan Pembenahan di 2027
Baca Juga: Ikut Padamkan Karhutla di Jalan Gubernur Syarkawi, Gubernur Kalsel Nilai Sistem Injeksi Tak Efektif
Kepala SDN Cindai Alus 2 Martapura, Supiansyah, mengaku bangga atas capaian yang diraih siswanya tersebut.
“Prestasi Naupal menjadi medali tingkat nasional pertama yang berhasil dibawa pulang ke sekolah,” ujarnya.
Sebelumnya, SDN Cindai Alus 2 Martapura telah tiga kali mengirimkan perwakilan ke tingkat nasional.
Perwakilan sekolah tersebut mengikuti cabor karate pada 2023, serta pencak silat pada 2025 dan 2026.
”Alhamdulillah Naupal menjadi satu-satunya atlet asal Kabupaten Banjar, yang berhasil meraih medali pada O2SN tingkat nasional tersebut,” ungkapnya.
Capaian itu tidak diraih secara instan. Latihan yang dijalani sejak usia dini, kemudian mengantarkannya hingga ke kompetisi tingkat nasional saat duduk di kelas 6 SD.