WARTABANJAR.COM, MARTAPURA - Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) diminta menjadi bahan evaluasi Pemerintah Kabupaten Banjar, untuk pembenahan sektor pendidikan pada 2027.

Nilai rata-rata TKA jenjang SD di Kabupaten Banjar mencapai 53,41, dan menempatkan daerah itu di peringkat keempat se-Kalimantan Selatan.

Sementara jenjang SMP mencatat nilai rata-rata 53,18, dan berada di peringkat ketiga se-Kalimantan Selatan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Banjar, H Yudi Andrea, mengatakan hasil tersebut perlu menjadi bahan refleksi untuk melihat capaian, sekaligus bagian yang masih harus dibenahi.

“Jadikan hasil TKA ini sebagai bahan refleksi untuk terus berbenah pada 2027 kelak,” pesannya saat menjadi pembina apel kerja gabungan lingkup Pemkab Banjar di halaman Kantor Bupati Banjar, Martapura, Senin (05/10/2026).

Evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Banjar membenahi sektor pendidikan, termasuk memperluas kesempatan belajar bagi anak di wilayah perdesaan.

Yudi mengatakan, pemerintah daerah berkomitmen menjalankan program wajib belajar 13 tahun. Perluasan akses pendidikan usia dini juga dilakukan melalui program satu desa satu PAUD.

Baca Juga: Ikut Padamkan Karhutla di Jalan Gubernur Syarkawi, Gubernur Kalsel Nilai Sistem Injeksi Tak Efektif

Baca Juga: Jelang 5 Rajab, Pengamanan Kesehatan Jemaah Sekumpul Martapura Mulai Dimatangkan

“Ini bertujuan agar layanan pendidikan usia dini semakin merata bagi seluruh anak di desa,” jelasnya.

Selain memperluas akses, pembenahan juga diarahkan pada proses pembelajaran di sekolah.

Yudi menyebut pembelajaran mendalam atau deep learning, telah diterapkan di sekolah-sekolah di Kabupaten Banjar. 

”Pendekatan tersebut menekankan pembelajaran yang berkesadaran, memuliakan dan menggembirakan,” tegasnya. 

Pelaksanaan TKA sendiri mencatat tingkat partisipasi 100 persen di Kabupaten Banjar.

Capaian tersebut menjadi salah satu gambaran dalam melihat kondisi pendidikan daerah, sementara hasil nilai TKA digunakan sebagai bahan untuk menentukan bagian yang perlu diperbaiki ke depan.

Dengan hasil tersebut, Pemkab Banjar mendorong evaluasi pendidikan tidak berhenti pada capaian peringkat, tetapi menjadi dasar untuk memperkuat kualitas pembelajaran, dan pemerataan layanan pendidikan pada tahun berikutnya. (wartabanjar.com/*)