Jelang 5 Rajab, Pengamanan Kesehatan Jemaah Sekumpul Martapura Mulai Dimatangkan
WARTABANJAR.COM, MARTAPURA – Persiapan pengamanan kesehatan jemaah untuk kegiatan rutin malam Senin yang berdekatan dengan momentum 5 Rajab di Sekumpul Martapura Kabupaten Banjar mulai dimatangkan.
Potensi kedatangan jemaah dalam jumlah besar membuat kesiapan tenaga kesehatan, rumah sakit, relawan hingga fasilitas pelayanan kesehatan menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di Guest House Sultan Sulaiman, Martapura, Senin (5/10/2026).
Baca juga: Kabut Asap Pekat Selimuti Tabalong, BPBD Sebut Kiriman Kabupaten Lain
Baca juga: Mahasiswi ULM Turun Langsung Berjibaku Padamkan Karhutla di Gambut Kabupaten Banjar
Rapat melibatkan berbagai unsur, di antaranya Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Tim Induk Sekumpul, rumah sakit, TNI-Polri, Palang Merah Indonesia (PMI), serta relawan kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, dr H Diauddin, mengatakan rapat tersebut menjadi langkah awal untuk memastikan kesiapan seluruh unsur yang terlibat dalam pengamanan kesehatan jemaah.
“Hari ini kami bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar dan juga Tim Induk Sekumpul melaksanakan rapat persiapan untuk pengamanan, khususnya di bidang kesehatan,” ujar Diauddin.
Menurutnya, kegiatan rutin malam Senin yang berdekatan dengan momentum 5 Rajab setiap tahun mendapat perhatian besar dari jemaah.
Jemaah yang datang tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan dan provinsi lain di Kalimantan, tetapi juga dari Pulau Jawa hingga luar Indonesia.
“Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang akan dihadiri banyak jemaah, tidak hanya dari Kalsel, Kalimantan, bahkan dari Pulau Jawa dan ada juga yang datang dari luar Indonesia,” katanya.
Dalam rapat, Dinkes Kalsel bersama seluruh unsur juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pengamanan kesehatan pada kegiatan 5 Rajab tahun sebelumnya.
Diauddin mengatakan evaluasi dilakukan secara rutin untuk mengidentifikasi berbagai kendala dan kekurangan yang ditemukan di lapangan, sekaligus menjadi dasar perbaikan pelayanan kesehatan.