WARTABANJAR.COM, GAMBUT – Empat mahasiswi Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) terjun langsung ke titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Mereka bergabung bersama relawan melakukan pembasahan lahan gambut di Posko Lapangan 4 Karhutla, kawasan Sambang Lihum, Jalan Gubernur Syarkawi, Kecamatan Gambut, Senin (5/10/2026).

Keempat mahasiswi tersebut yakni Mia Fitri Hidayati, Chrisnawati, Nur Fatimatuz Zahra, dan Tania Yuanda.

Dengan kondisi cuaca panas dan kepulan asap yang cukup tebal, mereka ikut membantu proses pembasahan lahan sekaligus mempelajari secara langsung teknik penanganan karhutla di kawasan gambut.

“Kami dari Forest Lestari, Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat terjun langsung ke lapangan untuk melakukan misi kemanusiaan, membantu para relawan memadamkan kebakaran hutan yang ada di sekitar gambut,” ujar salah satu mahasiswi.

Menurut mereka, pengalaman terjun langsung ke lokasi karhutla memberikan pembelajaran berbeda dibandingkan teori yang diperoleh di bangku perkuliahan.

Baca Juga Terima Kunjungan Wakil Dubes Belanda, Gubernur Kalsel Bahas Aset yang Tertahan di Negeri Kincir Angin

Baca Juga Kebakaran 3 Rumah di Limpasu HST Diduga Akibat Korsleting Listrik, Kerugian Capai Rp185 Juta

Mereka bahkan mengaku antusias saat mendapat kesempatan melakukan pembasahan lahan gambut secara langsung bersama para relawan.

“Tadi kami melakukan pembasahan. Sangat seru sekali dan kami bisa mencoba langsung bagaimana cara pembasahan di tanah gambut,” tuturnya.

Namun, aksi kemanusiaan tersebut bukan tanpa tantangan.

Panasnya cuaca ditambah kepulan asap yang tebal membuat mereka harus beradaptasi dengan kondisi lapangan, terutama saat bernapas.

“Kendalanya mungkin karena faktor cuaca yang panas dan asap yang begitu tebal, jadi kami sulit untuk bernapas. Karena belum terbiasa langsung turun ke lapangan, itu juga menjadi tantangan bagi kami,” ungkapnya.

Meski menghadapi kondisi tersebut, para mahasiswi tetap mengajak mahasiswa lainnya untuk berani terlibat dalam aksi kemanusiaan, khususnya membantu penanganan karhutla.

Mereka menyebut kesempatan menjadi relawan terbuka bagi siapa saja yang ingin ikut berkontribusi.