Kebakaran 3 Rumah di Limpasu HST Diduga Akibat Korsleting Listrik, Kerugian Capai Rp185 Juta
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Kebakaran yang menghanguskan tiga rumah warga di Desa Limpasu RT 02/RW 01, Kecamatan Limpasu, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Minggu (04/10/2026) malam, diduga dipicu korsleting listrik.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 21.45 Wita tersebut menghanguskan rumah milik Sahlani alias Antom (53), Ambran (60), dan Misbah (43).
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun total kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp185 juta.
Kapolsek Limpasu, Iptu Cosmos Sembiring, menjelaskan api pertama kali terlihat di bagian atas atap rumah Sahlani alias Antom, yang saat kejadian sedang tidak berada di rumah.
Api kemudian diketahui oleh Ambran yang rumahnya berada di depan rumah tersebut. Ia berupaya meminta pertolongan warga, saat melihat kobaran api mulai membesar.
Namun, api dengan cepat merambat ke rumah Ambran, sebelum menjalar ke rumah Misbah yang berada di bagian depan.
“Berdasarkan informasi awal, kebakaran diduga akibat korsleting pada kabel lampu di rumah Sahlani alias Antom. Namun, penyebab pastinya masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut,” kata Iptu Cosmos, Senin (05/10/2026).
Baca Juga: Tiga Keluarga di Limpasu HST Kehilangan Rumah, Kebakaran Hanguskan Buku Santriwati
Baca Juga: Polisi Selidiki Penyebab Petani yang Meninggal di Lahan Terbakar Hapulang HST
Ketiga rumah yang terbakar mengalami kerusakan hingga 100 persen. Kondisi bangunan yang sebagian besar berbahan kayu membuat api cepat membesar.
Warga bersama petugas pemadam kebakaran kemudian berjibaku memadamkan api. Setelah sekitar satu setengah jam, api berhasil dipadamkan pada pukul 22.30 Wita.
Dari tiga rumah tersebut, kerugian terbesar dialami keluarga Misbah yang diperkirakan mencapai Rp80 juta.
Sejumlah barang ikut terbakar, termasuk televisi, lemari berisi pakaian dan dokumen penting.
Sementara kerugian rumah Ambran ditaksir Rp70 juta. Selain bangunan, satu unit sepeda motor Yamaha Mio, televisi, dua sepeda kayuh, lima karung padi serta lemari berisi pakaian dan dokumen ikut terbakar.
Adapun rumah Sahlani alias Antom mengalami kerugian sekitar Rp35 juta. (wartabanjar.com)