Polisi Selidiki Penyebab Petani yang Meninggal di Lahan Terbakar Hapulang HST
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Polisi masih menyelidiki kasus seorang petani yang ditemukan meninggal dunia di lahan yang terbakar di Desa Hapulang, Kecamatan Haruyan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, Minggu (4/10/2026) sore.
Kasubsi Humas Polres HST, Husaini, mengatakan kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh Unit Reskrim Polres HST dan Polsek Haruyan.
“Sekarang dalam tahap proses penyelidikan dari Unit Reskrim Polres HST dan Polsek Haruyan,” kata Husaini.
Sebelumnya, relawan BPK Buana Putera Banua Kepayang datang ke lokasi setelah menerima informasi adanya kejadian di kawasan lahan pertanian tersebut.
Saat tiba, relawan juga mendapati kondisi lahan yang terbakar.
Relawan BPK Buana Putra Banua Kepayang, Antoni, mengatakan pihaknya belum mengetahui secara pasti kronologi kejadian. Saat itu, perhatian mereka lebih difokuskan pada pemadaman api.
Baca Juga Kualitas Udara Banjarmasin Masih Berbahaya, Anak Didik PJJ Lagi dan Guru Boleh WFH
“Untuk kronologi pastinya kami belum tahu. Waktu kami sampai di sana, di tangan almarhum masih ada bekas hahambat api. Apakah beliau kelapahan atau bagaimana, kami kurang tahu karena lokasinya tinggi di atas gunung. Kami fokus memadamkan api, jadi untuk kronologi pasti masih belum tahu,” kata Antoni.
Informasi mengenai penemuan korban diterima sekitar pukul 16.00 WITA. Korban yang diketahui warga setempat dengan panggilan Julak Amat Usit kemudian dibawa masyarakat ke rumah duka sekitar pukul 16.10 WITA.
Hingga kini, penyebab pasti korban meninggal dunia belum disampaikan kepolisian. Polisi masih mendalami kronologi kejadian dan kondisi di lokasi untuk memastikan rangkaian peristiwa tersebut. (wartabanjar.com)