“Karena ini sudah 21 tahun dan akan memasuki yang ke-22, tentunya kegiatan ini sudah rutin kita laksanakan. Setiap tahun kita melakukan evaluasi kegiatan tahun lalu, kemudian membuat catatan-catatan untuk melakukan perbaikan pelayanan kesehatan di tahun yang akan datang,” jelasnya.

Evaluasi tersebut juga menjadi bahan untuk menentukan kebutuhan pelayanan kesehatan menghadapi potensi peningkatan jumlah jemaah tahun ini.

Terkait kemungkinan penambahan posko kesehatan, Diauddin mengatakan hal tersebut masih menjadi bagian dari pembahasan dan evaluasi.

Menurutnya, sebelum menentukan kebutuhan tambahan fasilitas pelayanan, pihaknya terlebih dahulu perlu memastikan jumlah tenaga kesehatan dan relawan yang akan terlibat.

“Pertemuan pendahuluan ini kami ingin memastikan terlebih dahulu jumlah SDM dan jumlah relawan yang akan ikut serta berpartisipasi dalam kegiatan pengamanan ini,” tuturnya.

Pemetaan sumber daya manusia tersebut dinilai penting agar kebutuhan personel dapat disesuaikan dengan potensi jumlah jemaah serta kondisi di lapangan.

Dengan persiapan sejak awal dan koordinasi lintas sektor, Dinkes Kalsel berharap pengamanan kesehatan dapat berjalan lebih terkoordinasi.

Tenaga kesehatan, rumah sakit, PMI dan relawan nantinya akan menjadi bagian dari sistem pelayanan untuk memberikan pertolongan apabila jemaah mengalami gangguan kesehatan maupun kondisi darurat selama rangkaian kegiatan.

Persiapan pengamanan kesehatan selanjutnya akan terus dimatangkan bersama seluruh unsur terkait, seiring meningkatnya aktivitas dan kedatangan jemaah ke kawasan Martapura dan Sekumpul. (wartabanjar.com)