Cara Memilih Alas Kaki Nyaman Bagi Jemaah Haji 2026 yang Obesitas dan Diabetes
Idealnya, ada sedikit ruang sekitar 0,5 hingga 1 sentimeter (cm) di depan jari kaki.
Ukuran kaki juga cenderung membesar saat cuaca panas atau setelah berjalan lama, jadi jangan memilih alas kaki yang terlalu presisi.
Utamakan Bantalan yang Empuk dan Stabil
Banyak orang tergoda memilih sandal tipis karena terasa ringan.
Padahal, sol yang terlalu tipis membuat telapak kaki menerima tekanan lebih besar dari permukaan keras dan panas.
Pilih alas kaki dengan bantalan yang cukup empuk pada tumit dan telapak depan, tetapi tidak terlalu lembek hingga kaki terasa goyah.
Dukungan pada lengkung kaki juga penting, terutama bagi orang yang memiliki telapak kaki datar atau mudah nyeri.
Cari Bahan yang Ringan dan Mudah Menyerap Keringat
Kaki yang lembap lebih mudah lecet dan lebih rentan terkena infeksi jamur.
Karena itu, pilih bahan yang breathable atau memiliki sirkulasi udara baik.
Untuk sepatu tertutup, bahan mesh atau kain yang ringan biasanya lebih nyaman dibanding bahan sintetis tebal.
Untuk sandal, pilih bahan yang tidak membuat kulit mudah berkeringat berlebihan dan tidak kasar di bagian tali.
Hindari Alas Kaki Baru Saat Berangkat
Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah membeli sepatu atau sandal baru lalu langsung dipakai saat haji.
Alas kaki baru biasanya masih kaku dan belum mengikuti bentuk kaki.
Gunakan sepatu atau sandal tersebut setidaknya beberapa minggu sebelum keberangkatan.
Pakai untuk berjalan jauh, naik turun tangga, atau latihan fisik ringan agar kaki terbiasa dan kamu bisa mengetahui apakah ada bagian yang menekan atau memicu lecet.
Banyak pelari dan pejalan jarak jauh menyebut proses ini sebagai “break-in period”, yaitu masa adaptasi antara kaki dan alas kaki.
Komunitas jemaah haji juga sering menekankan pentingnya memakai sandal yang sudah dicoba berkali-kali sebelum keberangkatan.
Bawa Alas Kaki Cadangan
Satu alas kaki saja sering kali tidak cukup.