Sunah Silaturahmi Saat Hari Raya, Simak 10 Urutan yang Harus Dikunjungi

Setelah melakukan silaturahim kepada keluarga yang hidup, maka dilanjutkan kepada keluarga yang meninggal dunia dengan ziarah kubur. Sebagaimana disebutkan oleh Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki bahwa ziarah kubur kepada ayah, ibu dan keluarga merupakan bentuk silaturahim yang dianjurkan dalam Islam. (Mafahim Yajibu An Tushahhaha, [Lebanon, Darul Kutub Al-’Ilmiyah: 1971], halaman 22).

Maka, kunjungan kepada keluarga yang bukan mahram dibandingkan yang berstatus mahram, terutama orang tua, merupakan praktik silaturahim yang tidak sesuai dengan keutamaan, karena orang tua, baik ibu maupun ayah, seharusnya menjadi prioritas utama..

Begitu juga mendahului silaturahim kepada ahli kubur daripada keluarga yang masih hidup merupakan cara silaturahim yang tidak utama. Apalagi silaturahim kepada keluarga yang masih hidup hukumnya wajib, sedangkan kepada yang wafat hanya berstatus sunnah.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa cara utama silaturahim, antara lain adalah selain berkunjung juga bagi-bagi hadiah kepada keluarga. Serta memperhatikan urutan utama dalam silaturahim, yaitu dimulai dari orang tua, kemudian keluarga mahram, keluarga yang bukan mahram, kerabat dari jalur ashabah, kerabat dari jalur mertua, kerabat karena kemerdekaan budak, tetangga lalu ziarah kubur. (NU Online/Ustadz Muqoffi, Guru Pon-Pes Gedangan, Dosen IAI NATA Sampang Madura)

Editor: Erna Djedi