WARTABANJAR.COM, BERAU – Saat pelajar dari Desa Santan RT 18, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) harus menggunakan kereta gantung untuk menyeberangi sungai berbuaya, lain lagi dengan murid SD 001 Filial Kampung Birang, Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau, Kaltim.
Mereka harus belajar di ruang yang beratap dan berdinding terpal, rangkanya dari bambu.
Kepala Dinas Pendidikan Berau, Mardiatul Idalisah, membenarkan kondisi ini.
Dia beralasan pembangunan sekolah ini terkendala status lahan.
Selama ini SD 001 Filial dibuka untuk melayani anak-anak yang mengalami kendala akses jalan.
Kini terdapat 50 murid yang belajar di SD filial tersebut.
Oleh karena tak kunjung bisa dibangun, sekolah tersebut rencananya dipindahkan ke sekolah induk di Kampung Birang.
“Akan dipindah,” ujarnya kepada awak media, Jumat (24/7/2026).
BACA JUGA: Bupati Berau Kejar Pemburu Hiu dari Malaysia di Kepulauan Derawan Kaltim
BACA JUGA: Lumba-lumba yang Tersesat di Sungai Mahakam Kaltim Ditemukan Mati di Kukar
Hal ini disampaikan dalam rapat bersama masyarakat dan ketua RT pascaviralnya kondisi sekolah itu.
Menjelang kepindahan ke sekolah induk di Kampung Birang, Disdik akan berkoordinasi dengan Pemkab Berau untuk menyiapkan transportasi bagi para murid.
“Kami upayakan ada bus antar jemput,” tegasnya.
Disdik juga menyiapkan skema pembelajaran dari rumah apabila kondisinya darurat.







