WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Gangguan penglihatan pada orang yang sudah berumur dan menyandang diabetes, sering dianggap sebagai hal yang wajar.

Namun bisa jadi gangguan penglihatan itu sejatinya adalah komplikasi dari diabetes yang berujung pada kebutaan.

Dalam istilah medis, gangguan kesehatan ini kerap disebut sebagai Retinopati Diabetik.

Diabetes yang tidak terkontrol dapat memicu berbagai komplikasi, termasuk kerusakan pada pembuluh darah.

Pakar kesehatan, Prof.Em Yunir Sp.PD-KEMD, di Forum Jurnalis Kesehatan yang diadakan oleh Kementrian Kesehatan di Jakarta (20/7/2026) lalu menjelaskan bahwa diabetes ini tidak datang sendiri, tetapi membawa 'teman-temannya' seperti kolesterol, obesitas, dan hipertensi yang memperparah kerusakan pembuluh darah, mulai dari memicu retinopati diabetik pada mata, hingga menyebabkan 20 hingga 30 persen kasus pasien cuci darah.

Meskipun merupakan komplikasi yang paling sering dijumpai, retinopati diabetik ironisnya menjadi isu kesehatan yang paling jarang dibahas.

Ia menambahkan, bahwa muncul normalisasi yang kurang pas di tengah masyarakat bahwa gangguan fungsi penglihatan di usia tua akibat diabetes dianggap sebagai sesuatu yang wajar, padahal kebutaan ini sebenarnya sangat bisa dicegah.

"Pada tahap awal, retinopati diabetik tidak menunjukkan gejala yang khas," katanya, dikutip Kamis (23/7/2026).

Gejalanya baru akan dirasakan saat kondisi sudah dalam tahap lanjut.

Gejala tersebut muncul secara perlahan sehingga pasien sering tidak menyadarinya.

BACA JUGA: BPJS Kesehatan Fokus Cegah Diabetes dan Hipertensi di Usia Muda, Sarankan Olahraga Ringan ini

BACA JUGA: Kini Jadi Ancaman Nyata Bagi Generasi Muda, Kemenkes Paparkan Cara Cegah Diabetes

Gejala Retinopati Diabetik

Gejalan retinopati diabetik antara lain:

  1. Kualitas penglihatan berkurang
  2. Kecerahan warna penglihatan menurun
  3. Muncul bintik hitam
  4. Penglihatan berbayang
  5. Kesulitan melihat di malam hari

"Kerusakan pembuluh darah di belakang bola mata ini terjadi secara bertahap dan membuat sebagian besar pasien sama sekali tidak menyadari ancamannya dalam lima tahun pertama diabetes," kata Prof.Bayu.

Ia mengajak masyarakat, terutama jika menderita diabetes, untuk tidak lagi takut atau menunda skrining mata untuk mempertahankan aset penglihatan.