Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan pemerintah telah menggencarkan upaya deteksi dini penyakit lewat program cek kesehatan gratis.

Pada program tersebut, pemeriksaan diabetes telah masuk dalam fasilitas yang diberikan.

"Melalui program CKG, masyarakat sudah bisa memeriksakan gula darah secara berkala. Dan kami sedang mengintegrasikan layanan agar pasien diabetes juga bisa melakukan skrining retina di Puskesmas demi memperluas akses deteksi dini," tuturnya.

Indonesia Kekurangan Dokter Spesialis Mata

Siti Nadia Tarmizi juga menambahkan, Indonesia kini kekurangan serta maldistribusi dokter spesialis mata yang parah.

Selain itu, fasilitas kesehatan primer (Puskesmas) saat ini belum memiliki program skrining retinopati diabetik yang aktif dan kekurangan peralatan diagnostik yang diperlukan, seperti kamera retina (fundus camera).

Untuk mengatasi berbagai hambatan ini, para pemangku kepentingan membentuk Konsorsium Diabetic Retinopathy Initiatives (DRIVE) yang terdiri dari berbagai pemangku kepentingan, di antaranya akademisi, tenaga kesehatan, dan industri farmasi yang berkontribusi sesuai bidang keilmuannya dalam mempersiapkan dan mengimplementasikan studi.

Proyek DRIVE memanfaatkan teknologi tele-ophthalmology untuk memberdayakan dokter umum dan perawat di fasilitas layanan kesehatan primer.

Pasien dengan hasil skrining positif akan dirujuk secara sistematis ke Rumah Sakit Umum Daerah untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai dengan standar kebutuhan. (wartabanjar.com/berbagai sumber)

Editor: Yayu