Kini Jadi Ancaman Nyata Bagi Generasi Muda, Kemenkes Paparkan Cara Cegah Diabetes
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Kencing manis, Diabetes Melitus atau Diabetes, merupakan salah satu penyakit kronis paling umum di Indonesia, yang dulunya sering diasosiasikan dengan penyakit yang hanya menyerang orang tua atau usia lanjut.
Namun, paradigma ini kini telah bergeser drastis.
Dengan gaya hidup modern yang serba cepat dan cenderung tidak sehat, Diabetes telah menjelma menjadi ancaman nyata bagi generasi muda dan berpotensi merenggut kualitas hidup mereka di masa depan.
Kini, banyak anak dan remaja yang terdiagnosis Diabetes, yang juga dikenal dengan diabetes tipe 5.
Peningkatan prevalensi Diabetes pada anak-anak, remaja, dan dewasa muda adalah fenomena global yang mengkhawatirkan.
Pergeseran pola makan dari alami menjadi siap saji, kemudian menjadi konsumsi makanan olahan tinggi gula, lemak trans, dan garam, ditambah minimnya aktivitas fisik akibat gaya hidup sedentari yang didominasi gawai/gadget serta paparan stres yang berkelanjutan menjadi faktor pemicu utama yang mempercepat munculnya resistensi insulin.
Hal ini kemudian menjadi pemicu diabetes tipe 2.
Jenis diabetes ini, yang dulunya nyaris eksklusif pada orang dewasa saja, kini semakin sering ditemukan pada usia yang jauh lebih muda, bahkan pada anak-anak pra remaja dan remaja (pelajar SMP dan SMA).
Kondisi tersebut banyak menyerang generasi muda (generasi Z dan generasi Alpha), di mana mereka lebih banyak menghabiskan waktu di kafe dengan mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula, namun di saat yang sama mereka juga kurang bergerak, atau istilah sekarang adalah mager (malas gerak).
Ancaman Diabetes pada generasi muda bukan sekadar angka statistik.
Mengutip laman Kementerian Kesehatan RI, Minggu (17/5/2026), konsekuensinya jauh lebih mendalam dan merusak.
Ketika Diabetes menyerang di usia muda, artinya tubuh akan terpapar kadar gula darah tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.
Paparan kronis ini mempercepat timbulnya komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal dan kebutaan.
Apabila mengalami luka akan menjadi borok (gangren) hingga harus diamputasi.