WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Tragedi Jumat Kelabu, istilah yang merujuk peristiwa amuk massa di Banjarmasin, 23 Mei 1997 ini hingga sekarang masih sangat membekas di banyak warga Kalimantan Selatan (Kalsel), bahkan ada merasa trauma.
Akibat Tragedi Jumat Kelabu itu, berdasar data YLBHI (Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia), sebanyak 123 orang meninggal dunia, 118 orang luka-luka dan 179 orang dinyatakan hilang.
Selain itu ratusan bangunan dan kendaraan ludes terbakar, hingga kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Diyakini jumlah pasti korban lebih dari temuan YLBHI karena hingga kini banyak masyarakat yang mengaku kehilangan anggota keluarganya saat amuk massa itu terjadi.
Sabtu (23/5/2026) hari ini bertepatan 29 tahun Tragedi Jumat Kelabu.
Baca Juga: Sehari di Banjarmasin, Adrian Maulana Nikmati Patin Bakar dan Sambal Acan: “Pedas, Mantap!”
Aksi “Menolak Lupa” disiapkan mahasiswa untuk mengenang tragedi kelam Kalsel tersebut.
Rencananya, hari ini mahasiswa Uniska Muhammad Arsyad Al Banjari akan turun ke kawasan Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin guna mengajak masyarakat tidak melupakan peristiwa memilukan tersebut.







