Ambulans Dipersulit Isi BBM, DPRD Kotim Minta Polisi Bertindak

WARTABANJAR.COM, SAMPIT – Seorang sopir ambulans mengeluh sulitnya memperoleh bahan bakar minyak (BBM) saat menjalankan tugas menjemput pasien.

Pengalaman itu dialaminya saat hendak mengisi BBM di SPBU Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Jumat (15/5/2026) pagi.

Menurut pengakuannya, ambulans yang dikemudikannya tidak mendapat prioritas meski tengah menjalankan misi kemanusiaan untuk menjemput orang sakit ke Sampit.

Ia mengklaim antrean di SPBU saat itu didominasi kendaraan yang diduga milik pelangsir biosolar subsidi.

Keluhan tersebut disampaikan melalui video pengaduan yang direkamnya usai kejadian, dia mengaku kecewa karena ambulans yang digunakan untuk layanan darurat, justru dituding ikut melakukan pelangsiran BBM.

“Ambulans ini untuk menjemput orang sakit, bukan untuk melangsir. Saya yang sakit, sakit hati, enggak terima,” ungkap sopir ambulans dalam rekaman tersebut.

Akibat kesulitan memperoleh BBM, sopir ambulans mengaku tetap melanjutkan perjalanan menuju Sampit dengan kondisi bahan bakar menipis demi memenuhi tugas menjemput pasien.

Pengawas SPBU Samuda, Hasbi yang ditemui terpisah, mereka sudah berkomitmen pemprioritaskan kendaraan seperti ambulans sata mengisi BBM.

Dia menegaskan kendaraan ambulans tidak perlu ikut mengantre mengisi bahan bakar karena sifatnya urgensi.