Berdasar rekaman CCTV SPBUY, terang Hasbi, ambulans tersebut sudah berada di depan antrean SPBU, namun kemudian kendaraan itu pergi tanpa sebab yang jelas.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), SP Lumban Gaol, meminta aparat kepolisian memperluas penertiban praktik pelangsiran BBM di Kotim umumnya, khususnya ke seluruh wilayah SPBU di Kota Sampit, termasuk kawasan luar kota seperti wilayah Samuda.
Permintaan itu disampaikan menyusul kembali mencuatnya persoalan antrean BBM, dugaan pungutan liar hingga praktik premanisme di sejumlah SPBU yang dinilai sangat merugikan masyarakat.
Menurut SP Lumban Gaol, langkah Polres Kotim yang sebelumnya melakukan penertiban terhadap praktik pelangsiran di sejumlah SPBU di Kota Sampit, patut diapresiasi karena dinilai membantu masyarakat yang memang berhak mendapatkan BBM subsidi.
Sorotan SP Lumban Gaol tersebut muncul, setelah ada seorang supir ambulance yang mengaku dipersulit saat hendak mengisi BBM untuk menjemput pasien.
“Supir ambulance juga mengeluhkan adanya oknum yang diduga menguasai antrean pengisian BBM di SPBU tersebut. Bahkan kendaraan ambulance yang hendak mengisi pertalite disebut sempat dihalangi,” ujarnya seperti dikutip Mata Kalteng, kemarin.
Ia berharap seluruh SPBU di Kotim dapat menjadi tempat pelayanan publik yang tertib dan bebas dari praktik pungli maupun penguasaan antrean berkedok parkir.
Karena itu, ia meminta Kapolres Kotim beserta jajaran melakukan monitoring rutin terhadap kondisi di lapangan agar pelayanan BBM subsidi benar-benar tepat sasaran. (Wartabanjar.com)






