WARTABANJAR.COM, PELAIHARI- Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, memperketat pengawalan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi bagi para nelayan di Tanah Laut agar penyalurannya berjalan tertib dan tepat sasaran, Sabtu (13/6/2026).

Langkah ini diambil guna menjamin kelancaran aktivitas melaut serta menjaga stabilitas produksi perikanan daerah selama masa pengalihan penyaluran.

Kepala DKPP Kabupaten Tanah Laut, M. Kusri, menjelaskan bahwa pasokan BBM bersubsidi terus dikirimkan secara bertahap ke sejumlah desa pesisir guna memenuhi kebutuhan bahan bakar para nelayan lokal.

"Hari ini Desa Takisung menerima penyaluran BBM subsidi sebanyak 4.000 liter. Penyaluran dilakukan dua kali, masing-masing 2.000 liter," ujarnya.

Setelah menyasar Desa Takisung, distribusi berikutnya dijadwalkan menyasar para nelayan di kawasan Kuala Tambangan.

M. Kusri menambahkan bahwa proses penyaluran tersebut akan dialokasikan melalui dua stasiun pengisian bahan bakar yang berbeda.

"Untuk nelayan Kuala Tambangan, penyaluran direncanakan besok melalui dua titik SPBU. Titik tersebut yaitu SPBU Angsau dan SPBU Tanah Merah. Masing-masing SPBU akan menyalurkan sebanyak 8.000 liter," katanya.

Dalam pelaksanaannya di lapangan, DKPP tidak bergerak sendiri.

Proses distribusi ini mendapat pengamanan langsung dari personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tanah Laut untuk mengantisipasi potensi gangguan dan memastikan seluruh kuota tersalurkan sesuai ketentuan.

M. Kusri berharap skema pembagian yang teratur ini mampu menjadi solusi efektif bagi pemenuhan kebutuhan bahan bakar nelayan di masa transisi.

BACA JUGA: Kapolres dan DKPP Tanah Laut Siap Kawal Regulasi BBM Nelayan

BACA JUGA: DPRD dan Aliansi Mahasiswa Teken Nota Kesepakatan Usut Tuntas Sengkarut Distribusi BBM Nelayan Tanah Laut

"Dengan pola penyaluran seperti ini diharapkan kebutuhan BBM nelayan tetap terpenuhi selama masa pengalihan penyaluran," tambah M. Kusri.

Pemerintah Kabupaten Tanah Laut menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengawasan melekat terhadap rantai distribusi BBM subsidi ini.

Pemantauan berkala akan terus berjalan agar para nelayan kecil tidak mengalami kendala operasional saat hendak melaut. (Wartabanjar.com/Gazali)

Editor: Yayu