Jarang Disorot, Ternyata Nutrisi Satu ini Bagus untuk Pemulihan Kesehatan Mental

WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Penderita kesehatan mental tak hanya perlu berlibur atau tidur untuk memulihkan kejiwaan, namun juga perlu memperhatikan asupan gizi.

Vitamin dan aneka makanan seperti daging dan sayur bisa membantunya.

Ketika membicarakan nutrisi untuk kesehatan mental, sebagian besar orang langsung teringat pada omega-3, vitamin D, atau probiotik.

Padahal, ada satu nutrisi penting lain yang perannya tak kalah besar, tetapi justru sering terlupakan, yaitu kolin.

Menurut para ahli gizi dan praktisi kesehatan mental, kolin selama ini kurang mendapat sorotan, padahal tubuh membutuhkan nutrisi ini untuk membuat acetylcholine, yaitu neurotransmitter penting yang berperan dalam ingatan, konsentrasi, suasana hati, hingga komunikasi antar sel otak.

Sayangnya, sekitar 90 persen populasi tidak mendapatkan cukup kolin dalam konsumsi hariannya.

Walau demikian, bagi yang kekurangan kolin tak perlu khawatir, sebab cara mengatasinya sangat mudah, yaitu lewat pola makan.

Alasan Kolin Bagus untuk Kesehatan Mental

Mengutip berbagai sumber, Jumat (22/5/2026), Erin Clifford, konselor profesional dan pelatih kesehatan bersertifikat, menyebut bahwa kolin adalah salah satu nutrisi yang paling diremehkan padahal sangat penting untuk menjaga kestabilan mood.

Ia mengatakan, kolin membantu mengatur suasana hati dan memperbaiki sel-sel otak, sehingga dapat mengurangi respons kecemasan.

Fungsi paling utamanya adalah membantu produksi acetylcholine, zat kimia di otak yang bertugas mengirim pesan ke seluruh tubuh.

Tanpa cukup kolin, sistem komunikasi otak, mulai dari memproses informasi hingga mengelola emosi, menjadi kurang optimal.

“Banyak orang bahkan belum pernah mendengar kolin, padahal nutrisi ini penting untuk memori, perhatian, dan regulasi mood,” ujar psikolog klinis, Kelly Gonderman.

Dampak Kekurangan Kolin

Penelitian menunjukkan hubungan kuat antara kolin dan fungsi otak.

Chacha Miller, ahli gizi yang meneliti kolin secara khusus, menyebut bahwa kolin terbukti membantu memperlambat penurunan kognitif serta meningkatkan memori dan suasana hati.

Salah satu penelitian yang ia rujuk menemukan bahwa asupan kolin yang lebih tinggi dikaitkan dengan memori verbal dan visual yang lebih baik.

Mereka yang mengonsumsi kolinnya cukup memiliki lebih sedikit white matter hyperintensities, yaitu penanda penuaan otak.