Jarang Disorot, Ternyata Nutrisi Satu ini Bagus untuk Pemulihan Kesehatan Mental

Studi lain dalam Molecular Psychiatry menemukan fakta menarik terkait kecemasan, yaitu orang dengan gangguan kecemasan memiliki kadar kolin sekitar 8 persen lebih rendah.

Kekurangan paling terlihat di area prefrontal cortex, bagian otak yang mengatur emosi dan perilaku.

Ada juga penelitian terhadap lebih dari 12.900 orang dewasa di AS yang menunjukkan orang dengan konsumsi kolin tertinggi memiliki 43 persen risiko lebih rendah mengalami gejala depresi dibanding mereka yang konsumsi kolinnya paling rendah.

Kolin bukan penyebab tunggal masalah mental, tetapi kekurangannya dapat membuat otak kehilangan bahan bakar penting untuk bekerja optimal.

Siapa yang berisiko rendah kolin?

  1. Walau sebagian besar orang kurang kolin, beberapa kelompok lebih rentan mengalami defisit, terutama mereka yang menghindari telur dan daging sebab dua makanan ini adalah sumber terbesar kolin.
  2. Orang yang sedang pemulihan gangguan makan dan telah lama membatasi produk hewani
  3. Mereka yang pola makannya didominasi makanan olahan sehingga kurang asupan whole foods

Sumber Makanan Kaya Kolin

Meskipun banyak orang kekurangan kolin, sebenarnya nutrisi ini cukup mudah didapatkan dari makanan sehari-hari.

Ahli gizi Eric Ciappio menekankan bahwa tubuh memang memproduksi kolin, tetapi jumlahnya sangat kecil, jauh dari kebutuhan harian.

Berikut sumber makanan terbaik kolin:

1. Telur.

Sebutir telur besar mengandung sekitar 150 mg kolin menjadikannya sumber termudah dan terjangkau.

2. Daging & seafood, seperti daging sapi, ayam dan ikan

3. Produk nabati tinggi kolin. Kedelai, tahu, kacang tanah, brokoli, kembang kol dan kentang merah adalah contohnya.

4. Jeroan. Hati sapi atau ayam sangat tinggi kolin bagi yang menyukai kebutuhan harian kolin untuk orang dewasa: 425–500 mg per hari. (wartabanjar.com/berbagai sumber)

Editor: Yayu