4. Obesitas
Kelebihan berat badan, ditandai banyaknya lemak di sekitar perut, akan meningkatkan risiko Diabetes pada anak-anak dan remaja.
Walaupun demikian, penderita diabetes tipe 5 tidak selalu obesitas, karena penderitanya juga banyak yang kurus.
5. Faktor genetik
Riwayat keluarga dengan Diabetes juga meningkatkan risiko seseorang menderita Diabetes.
Riwayat keluarga tidak selalu diturunkan dari orang tua kepada anaknya, namun juga dapat diturunkan dari kakek neneknya kepada cucunya (generasi kesatu kena, generasi kedua lepas, tetapi generasi ketiga kena lagi).
6. Perubahan gaya hidup modern
Perubahan pola makan dan gaya hidup yang kurang sehat termasuk kurang aktivitas fisik dan tingginya stress di era modern turut memicu peningkatan risiko Diabetes pada generasi muda.
Gejala Diabetes pada Generasi Muda
Secara umum, Diabetes menunjukkan gejala-gejala sebagai berikut:
- Haus berlebihan (polidipsi): sering merasa haus dan ingin minum banyak.
- Buang air kecil berlebihan (poliuri): sering buang air kecil, terutama di malam hari.
- Lapar berlebihan (polifagia): sering merasa lapar dan ingin makan banyak.
- Penurunan berat badan, meskipun nafsu makan meningkat, berat badan cenderung turun.
- Penglihatan kabur, dikarenakan kadar gula darah yang tinggi menyebabkan lensa mata membengkak dan mengurangi kemampuan fokus.
- Luka sulit sembuh, terutama luka pada kulit kaki, sulit sembuh karena kadar gula darah yang tinggi.
- Pusing dan lemas, diakibatkan kadar gula darah yang fluktuatif (naik turun dengan cepat).
Pencegahan Diabetes pada Generasi Muda
Diabetes pada generasi mudadapat dicegah dengan upaya-upaya sebagai berikut:
1. Menerapkan pola makan sehat
Kurangi konsumsi makanan manis (terutama berpemanis), makanan olahan, dan minuman berkarbonasi. Perbanyak konsumsi sayuran, buah-buahan, dan serat.
2. Rutin berolahraga
Aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari akan meningkatkan sensitivitas insulin dan mengontrol kadar gula darah, sehingga kondisi badan akan semakin sehat dan bugar.
3. Menjaga berat badan ideal
Agar berat badan ideal, setiap orang juga harus memahami tentang indeks masa tubuh (IMT) dan lingkar pinggang.
Hal ini sangat penting dalam menghindari obesitas.
Upaya yang dilakukan berupa menjaga pola makan dan aktivitas fisik yang seimbang.
4. Berhenti merokok
Rokok dapat merusak sel pankreas yang memproduksi insulin dan meningkatkan risiko Diabetes .
5. Kelola stres
Stres dapat mempengaruhi kadar gula darah. Pengelolaan stres dengan baik melalui olahraga, yoga, meditasi, dzikir atau hal lain sangat penting. Di samping Diabetes , penyakit lain juga dipengaruhi tingkat stres seseorang.
6. Pengecekan gula darah secara rutin
Periksa kadar gula darah secara rutin untuk mendeteksi dini penyakit Diabetes.
Dengan adanya program pemerintah berupa cek kesehatan gratis, tentunya sangat membantu seseorang untuk memastikan kadar gula darahnya.
Apalagi pada momen-momen tertentu, ada organisasi yang memfasilitasi cek kesehatan gratis. (wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Yayu







