WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Menjelang Idul Adha, dua puasa sunnah ini selalu jadi topik yang ramai dicari, yaitu puasa Tarwiyah dan Arafah.
Puasa Tarwiyah biasanya dilakukan pada tanggal 8 Dzulhijjah dan puasa Arafah 9 Dzulhijjah.
Keduanya memiliki keutamaan yang luar biasa dan sangat sayang untuk dilewatkan.
Amalan paling banyak dicari terkait dua puasa ini adalah lafal niatnya dalam Arab, latin, dan artinya yang benar.
Karena meski niat itu di dalam hati, mengetahui lafalnya membantu meneguhkan kesungguhan dan memahami makna di balik ibadah yang dijalani.
Mengutip berbagai sumber, Sabtu (23/5/2026), begini lafal niat puasa Tarwiyah dan Arafah secara lengkap beserta waktu, keutamaan, dan panduan praktis mengamalkannya.
Niat Puasa Tarwiyah
Puasa Tarwiyah dikerjakan pada tanggal 8 Dzulhijjah, sehari sebelum puasa Arafah.
Berikut ini lafal niatnya:
Lafal Niat Puasa Tarwiyah Arab, Latin, dan Artinya
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ التَّرْوِيَةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma yaumit tarwiyati sunnatan lillahi ta’ala
“Aku berniat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah Ta’ala.”
Niat ini diucapkan dalam hati, tidak harus dilafazkan keras di mulut.
Waktu niatnya adalah sebelum fajar (sebelum imsak), karena ini termasuk puasa sunnah yang niatnya bisa dilakukan sejak malam hingga sebelum tergelincirnya matahari selama belum makan atau minum apapun.
Waktu dan Ketentuan Puasa Tarwiyah
Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada 8 Dzulhijjah, hari jemaah haji bergerak dari Mekkah menuju Mina untuk persiapan wukuf di Arafah.
Beberapa hal penting yang perlu diketahui:
- Waktu: dari fajar (imsak) hingga maghrib, sama seperti puasa Ramadan
- Hukum: sunnah – sangat dianjurkan tapi tidak wajib
- Dalil: termasuk dalam keutamaan umum puasa di 10 hari pertama Dzulhijjah (HR. Bukhari)
- Boleh digabung dengan niat puasa sunnah lain jika jadwalnya bertepatan
- Khusus non-haji: puasa ini untuk yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji
Niat Puasa Arafah
Puasa Arafah adalah puncak dari puasa-puasa sunnah di bulan Dzulhijjah, dengan keutamaan penghapusan dosa yang tidak dimiliki puasa sunnah lainnya.







