Lafaz Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah dalam Bahasa Arab, Latin dan Indonesia

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta’ala

“Aku berniat puasa Arafah, sunnah karena Allah Ta’ala.”

Sama seperti Tarwiyah, niat ini dilakukan dalam hati sebelum fajar.

Yang membedakannya bukan lafalnya, tapi besarnya pahala yang dijanjikan Allah untuk satu hari puasa ini.

Keutamaan dan Waktu Puasa Arafah

Puasa Arafah dikerjakan pada 9 Dzulhijjah, hari di mana jutaan jemaah haji sedang wukuf di Padang Arafah.

Untuk yang tidak berhaji, hari ini adalah kesempatan meraih pahala luar biasa.

Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.” (HR. Muslim)

Satu hari puasa, dua tahun dosa diampuni.

Tidak ada puasa sunnah lain yang menyamai keutamaan ini.

Panduan Praktis Mengamalkan Puasa Tarwiyah dan Arafah

Sudah tahu niat dan keutamaannya, sekarang bagaimana memastikan keduanya bisa dijalankan tanpa hambatan?

Beberapa hal praktis yang perlu diperhatikan:

Untuk jemaah haji yang sedang wukuf di Arafah: tidak dianjurkan berpuasa Arafah agar kuat menjalankan rangkaian ibadah haji.

Tandai kalender jauh-jauh hari dengan tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah sesuai kalender Hijriah yang berlaku tahun ini.

Sahur meski bukan wajib untuk puasa sunnah, namun sahur bisa memberikan energi dan keberkahan tersendiri.

Niat boleh dilakukan malam sebelumnya atau di pagi hari sebelum fajar, selama belum makan atau minum. (wartabanjar.com/berbagai sumber)

Editor: Yayu