WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Bupati Tabalong H Muhammad Noor Rifani bersama Ketua TP PKK Tabalong Hj Desy Suryantie, mengikuti seremoni panen cabai rawit tiung Tanjung di Desa Uwie, Kecamatan Muara Uya, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Selasa (08/09/2026) sore.

Panen tersebut menjadi salah satu bukti keberhasilan petani setempat, mengembangkan komoditas cabai di tengah musim kemarau yang cukup panjang.

H Fani, sapaan akrab Bupati Tabalong, mengatakan keberhasilan petani Desa Uwie dalam membudidayakan cabai, dapat menjadi contoh bagi daerah lain, khususnya dalam menjaga produksi pangan saat menghadapi kondisi cuaca yang kurang mendukung.

"Inovasi yang dilakukan petani Desa Uwie bisa menjadi contoh, dan panen cabai rawit tiung Tanjung diharapkan mampu menekan angka inflasi daerah," ujar H Fani.

Menurutnya, ketersediaan komoditas pangan yang bersumber dari produksi lokal, menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas harga, sekaligus mengendalikan inflasi.

Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong pengembangan komoditas pertanian yang memiliki nilai ekonomi, dan berpengaruh terhadap kebutuhan masyarakat.

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Kabupaten Tabalong, luas tanam cabai tiung Tanjung saat ini mencapai 59,5 hektare.

Sementara itu, luas tanam cabai rawit secara keseluruhan mencapai sekitar 100 hektare, yang tersebar di 11 kecamatan di Kabupaten Tabalong.

Pengembangan cabai tersebut, diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi pertanian, tetapi juga memastikan ketersediaan pasokan di pasaran.

Dengan pasokan yang lebih terjaga, harga cabai di Kabupaten Tabalong diharapkan tetap stabil, sehingga dapat membantu pemerintah daerah mengendalikan gejolak harga komoditas pangan.

Dalam seremoni panen tersebut, turut hadir Kepala Inspektorat Kabupaten Tabalong Dyanto, jajaran Forkopimcam Muara Uya, jajaran DKP3 Tabalong, Kepala Desa Uwie Mulyadi Trisno, serta para penyuluh pertanian.

Pemerintah Kabupaten Tabalong berharap, keberhasilan petani Desa Uwie dapat mendorong semakin banyak masyarakat mengembangkan budidaya cabai, juga komoditas pangan lainnya sesuai potensi wilayah masing-masing. (wartabanjar.com/*)