WARTABANJAR.COM - Sebuah wacana eksklusif tentang pengembangan teknologi radio seperti di Formula 1 namun lebih kompleks dan menantang, sedang dikembangkan dan secara fundamental bakal mengubah MotoGP mulai musim balap 2027.

Bukan hanya regulasi teknis dan spesifikasi motor yang berubah, cara pebalap berkomunikasi saat balapan juga bakal mengalami revolusi. 

MotoGP tengah mengembangkan sistem komunikasi radio yang memungkinkan pebalap menerima pesan dari tim ketika masih berada di lintasan. 

Bahkan, sistem tersebut dirancang agar pebalap dapat mendengar sekaligus berbicara dengan tim tanpa harus kembali ke pit. 

MotoGP sudah mulai mengembangkan teknologi ini telah selama lebih dari enam tahun.

Sergi Sendra, Senior Director of Media Production Technology MotoGP Group, menjadi salah satu sosok yang berada di balik proyek tersebut.

Di MotoGP Aragon, tim pengembang bahkan mengambil cetakan telinga dari sedikitnya 13 pebalap.

Cetakan ini digunakan untuk membuat perangkat komunikasi yang sesuai dengan bentuk telinga masing-masing pebalap. 

“Pada 2020, Carlos Ezpeleta, yang saat itu bekerja di departemen olahraga dan sekarang menjabat sebagai wakil CEO, pertama kali meminta kami melakukan pengujian agar pebalap bisa mendengarkan pesan ketika sedang berkendara,” kata Sergi dikutip dari Speedweek, Rabu (09/09/2026).

Baca Juga: Raul Fernandez Pesimistis Ikut Perebutan Gelar Juara MotoGP 2026

Baca Juga: Jadwal Moto3 San Marino 2026: Momen Move On Veda Ega Usai Terpuruk di Aragon

Pada awal pengembangan, tim menghadapi persoalan frekuensi radio, jangkauan sinyal, ukuran perangkat, hingga penempatannya di baju balap. 

“Saya ingat awalnya kami khawatir mengenai frekuensi radio dan jangkauan sinyal. Kami juga membutuhkan perangkat yang cukup kecil untuk ditempatkan di bagian punuk baju balap, tetapi tetap mampu mengirimkan pesan,” katanya.

Sistem komunikasi MotoGP harus bekerja dalam kondisi yang ekstrem. Sebab ada 22 pebalap melaju dengan kecepatan lebih dari 300 kilometer per jam, suara mesin sangat keras, sementara komunikasi harus tetap diterima dengan jelas dan tanpa jeda.

Karena itu, teknologi yang digunakan bukan sekadar radio komunikasi biasa.