WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Diduga sengaja melakukan pembakaran lahan, sebanyak 21 perusahaan atau badan usaha telah disegel oleh Kementerian Lingkungan Hidup (LH).

Dari 21 perusahaan tersebut, sebanyak empat di antaranya berada di Kalsel.

Hal tersebut diungkapkan Menteri LH Jumhur Hidayat di Jakarta, Rabu (2/9/2026).

"(Kementerian) LH baru saja menyegel 21 badan usaha di tujuh provinsi. Itu data rekap sampai dengan 2 September 2026," kata Jumhur Hidayat.

Adapun perincian keberadaan 21 perusahaan tersebut adalah:

Kalbar: 7 perusahaan

Kalsel: 4 perusahaan

Kalteng: 3 perusahaan

Sumsel: 4 perusahaan

Kaltim, Riau dan Lampung: masing-masing 1 perusahaan.

"Jumlah ini terus berkembang karena kita memverifikasi lapangan. Jadi yang kita segel itu yang memang strict liability, jadi mutlak. Ternyata sekian ratus hektare terbakar, dan mereka mau tidak mau harus bertanggung jawab," tegasnya.

Jumhur Hidayat juga mengungkapkan adanya indikasi pembakaran sengaja dilakukan. 

"Dan kesengajaan di tengah-tengah El Nino panjang inilah yang berbahaya," lanjutnya.

Baca Juga: Menhut Sebut Hotspot Karhutla Kalimantan Turun, Tiap Hari Ditagih Data oleh Seskab Teddy

Baca Juga: Kapan Hujan Turun di Kalsel? BMKG Prediksi Kecil Kemungkinan September Ini

Selanjutnya, 21 perusahaan tersebut akan menjalani klarifikasi.

Selama masa klarifikasi itu, aktivitas perusahaan harus dihentikan. 

"Kalau definisi disegel itu beda dengan sanksi. Kalau sanksi itu masih bisa beroperasi. Jadi kalau disegel, mereka harus kerja keras memberikan klarifikasi sampai nanti bisa kelihatan tindak lanjutnya," ucap Jumhur.

Berdasar temuan Kementerian LH, lanjutnya, 30 persen dari yang 21 perusahaan yang disegel ini diduga pernah melakukan tindakan yang sama.

Tren hotspot turun

Sebelumnya, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan ada penurunan pada tren hotspot atau titik panas di Kalimantan, termasuk Kalsel. 

Saat Rakor Penanganan Karhutla di Palembang, Sumsel, ia mengatakan meskipun tren hotspot Karhutla mengalami penurunan namun penanganan di lapangan masih terus dilakukan pemerintah, terutama di lahan gambut.

"Secara nasional saya ingin laporkan kepada masyarakat Indonesia, sekali lagi kondisi kita belum aman dari karhutla namun tren secara nasional juga menurun, membaik," ucapnya.