Untuk Kalimantan, pada periode 29-30 Agustus 2026, penurunan hotspot terjadi di:

Kalteng: 1.116 menjadi 308 titik (72,4 persen)

Kalbar: 899 menjadi 455 titik (49,4 persen)

Kalsel: 108 menjadi 18 titik (83,3 persen)

Ia nenegaskan, penurunan jumlah hotspot belum tentu menandakan potensi asap telah hilang sepenuhnya, mengingat karakteristik lahan gambut memerlukan pembasahan dan pendinginan berkala agar titik api tidak kembali muncul.

"Tapi sekali lagi hotspot ini tidak menandakan bahwa tidak ada asap, karena nature-nya gambut meskipun tidak ada apinya asapnya tetap selalu ada," ujarnya. (wartabanjar.com)