Menhut Sebut Hotspot Karhutla Kalimantan Turun, Tiap Hari Ditagih Data oleh Seskab Teddy
WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Masyarakat Kalsel hingga Rabu (2/9/2027) masih merasakan pekatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang juga marak terjadi.
Di Jakarta, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan ada penurunan pada tren hotspot atau titik panas di Kalimantan, termasuk Kalsel.
Dalam konferensi pers penanganan Karhutla, Selasa (1/9/2026), Raja Juli Antoni mengatakan penurunan hotspot tidak lepas dari kontrol Presiden Prabowo Subianto yang turun ke wilayah Karhutla dan memenuhi kebutuhan alat pemadaman di masing-masing daerah.
“Ucapan terima kasih saya tentu kepada Pak Presiden Prabowo Subianto. Beliau seorang pemimpin yang sangat tegas terutama dalam karhutla ini,” katanya.
Raja Juli Antoni mengaku pula dirinya hampir setiap hari ditagih informasi terkait pemadaman Karhutla oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.
"Hari ke hari saya selalu dicek oleh Pak Seskab maupun Pak Mensesneg tren hari ini seperti apa, dan itu memotivasi kami secara keseluruhan untuk terus bekerja keras,” ucap Raja Juli Antoni.
Sebelumnya, saat Rakor Penanganan Karhutla di Palembang, Sumsel, ia mengatakan meskipun tren hotspot Karhutla mengalami penurunan namun penanganan di lapangan masih terus dilakukan pemerintah, terutama di lahan gambut.
"Secara nasional saya ingin laporkan kepada masyarakat Indonesia, sekali lagi kondisi kita belum aman dari karhutla namun tren secara nasional juga menurun, membaik," ucapnya.
Untuk Kalimantan, pada periode 29-30 Agustus 2026, penurunan hotspot terjadi di:
Kalteng: 1.116 menjadi 308 titik (72,4 persen)
Kalbar: 899 menjadi 455 titik (49,4 persen)
Kalsel: 108 menjadi 18 titik (83,3 persen)
Ia nenegaskan, penurunan jumlah hotspot belum tentu menandakan potensi asap telah hilang sepenuhnya, mengingat karakteristik lahan gambut memerlukan pembasahan dan pendinginan berkala agar titik api tidak kembali muncul.
"Tapi sekali lagi hotspot ini tidak menandakan bahwa tidak ada asap, karena nature-nya gambut meskipun tidak ada apinya asapnya tetap selalu ada," ujarnya.
Baca Juga: Kapan Hujan Turun di Kalsel? BMKG Prediksi Kecil Kemungkinan September Ini