KH Wildan Salman, Ulama Martapura Ikut Susun Pengurus Baru PBNU Hasil Muktamar
WARTABANJAR.COM, JOMBANG - Ulama asal Kabupaten Martapura, Kalsel, KH Wildan Salam terlibat dalam penyusunan pengurus baru PBNU (Pengurus Besar Nadhlatul Ulama) 2026-2031.
Berdasar hasil Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jatim, kepengurusan baru PBNU dipimpin oleh KH Miftachul Akhyar selaku Rais Aam atau Ketua Dewan Syuriah.
Sementara KH KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum PBNU atau Ketua Dewan Tanfidziyah PBNU.
Selanjutnya Rais Aam dan Ketua Umum PBNU terpilih tersebut dibantu tim formatur yang beranggotakan para ulama dari berbagai daerah menyusun kepengurusan baru.
Pada susunan tim formatur yang menjadi ketua adalah Rais Aam dan Ketua Umum sebagai sekretaris serta anggota sebanyak tujuh ulama.
Satu di antara tujuh anggota tim formatur adalah KH Wildan Salman yang mewakili unsur Syuriah dan Kalimantan.
KH Wildan Salam adalah pimpinan Pondok Pesantren Tahfidz dan Ilmu Al-Quran Darussalam Martapura.
Baca Juga: Profil Sosok Rais Aam KH Miftachul Akhyar, AHWA dan Ketua Umum PBNU
Baca Juga: Profil Gus Kikin: Ulama Sekaligus Pengusaha Jadi Ketua Umum Baru PBNU, Cicit Pendiri NU
Pembentukan tim formatur berlangsung dalam Sidang Pleno V Muktamar Ke-35, Senin (31/8/2026).
Pemimpin Sidang Prof H Ganefri menjelaskan komposisi tim formatur telah diatur dalam tata tertib pemilihan Ketua Umum PBNU.
Formatur berasal dari tiga wilayah yakni Timur, Tengah, dan Barat, serta satu perwakilan dari tuan rumah Muktamar, Jawa Timur.
Untuk wilayah timur, terdapat dua nama yang masuk tim formatur.
Dari unsur Syuriah, ditunjuk KH Abdul Qahar Yelifele dari Papua Pegunungan.
Sementara unsur Tanfidziyah diwakili Haji Amri Manaf dari Maluku.
Dari Wilayah Tengah, dua nama yang ditunjuk adalah KH Wildan Salman dari Kalsel sebagai perwakilan unsur Syuriah.
Selain itu, Prof Masnun Tahir dari NTB dari unsur Tanfidziyah.