Tak Punya Zona Musim, Tarakan Kaltara Hujan Dua Hari Berturut-turut
WARTABANJAR.COM,TARAKAN - Saat banyak daerah lain di Kalimantan mengalami kekeringan parah hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap makin marak terjadi, Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mendapat anugerah.
Setelah lebih dari dua pekan tidak hujan, kota ini kembali diguyur air pada Rabu (26/8/226) dan Kamis (27/8/2026) subuh.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tarakan menyatakan hujan ini efektif menekan polusi udara sekaligus mengurangi potensi kebakaran lahan di Kaltara.
"Berdasarkan acuan dari peta hotspot Kementerian Kehutanan, terkonfirmasi bahwa jumlah titik panas di wilayah Kaltara dalam dua hari ke belakang mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan hari-hari sebelumnya," kata Forecaster Ida Bagus Gede Yamuna saat dikonfirmasi, Kamis.
Baca juga: Pemkab Kotim Gelar Salat Istisqa, Doa Minta Hujan Siswa SMAN 2 Timpah Kapuas Dikabulkan
Baca juga: 50 Pompa Air dari Presiden Prabowo Tiba di Kalteng, Perkuat Pemadaman Karhutla
Menurutnya, butiran air hujan berfungsi layaknya pencuci alami yang membersihkan partikel polutan yang melayang di udara.
Selain itu, hujan membasahi permukaan tanah dan ranting kering yang sebelumnya rentan memicu kebakaran.
Ida Bagus menjelaskan, secara umum Kaltara merupakan kawasan Non-ZOM atau tidak memiliki zona musim yang jelas.
Artinya, hujan bisa turun sepanjang tahun dan bersifat sporadis di tengah periode kering.
Hujan kali ini dipicu dua faktor yang terjadi bersamaan.
Pertama, faktor regional berupa perlambatan dan belokan arah angin di sekitar wilayah Kaltara.
Kondisi ini membuat uap air berkumpul dan menumpuk di atas langit hingga memicu hujan di sebagian besar wilayah.
Kedua, faktor lokal dari pemanasan permukaan.
Cuaca terik beberapa hari sebelumnya membuat daratan Kaltara panas, sehingga memicu penguapan air secara cepat yang kemudian bertemu dengan tumpukan uap air dan membentuk awan Cumulonimbus.
BMKG Tarakan merilis perkiraan hujan masih akan terjadi. (wartabanjar.com)