Pemkab Kotim Gelar Salat Istisqa, Doa Minta Hujan Siswa SMAN 2 Timpah Kapuas Dikabulkan
WARTABANJAR.COM, SAMPIT - Di tengah cuaca yang tidak nyaman karena panas dan berasap, jemaah mengikuti salat istisqa di halaman kantor Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Kamis (27/8/2026) pagi.
Sebelumnya, dalam pengumuman ajakan, Bupati Kotim H Halikinnor meminta masyarakat yang berminat turut serta untuk puasa tiga hari.
Salat istisqa diikuti bupati, wakil bupati, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), aparat pemerintah daerah serta masyarakat.
Baca juga: 50 Pompa Air dari Presiden Prabowo Tiba di Kalteng, Perkuat Pemadaman Karhutla
Baca juga: 34 Koli Bantuan Warga Nunukan Kaltara untuk Korban Gempa NTT dalam Perjalanan Laut
Salat dan doa bersama ini dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar agar Allah SWT memberikan hujan mengingat kemarau telah menimbulkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap tebal di Kalteng.
Sebelumnya salat istisqa dan doa keluarga besar SMAN 2 Timpah Kabupaten Kapuas, Kalteng, pada Senin (24/8/2026) pukul 07.00 WIB agar hujan segera membasahi wilayah mereka terwujud.
Sekitar pukul 13.00 WIB atau hanya sekitar enam jam setelah pelaksanaan salat, hujan membasahi kawasan sekolah yang sebelumnya menghadapi kondisi kering dan panas akibat musim kemarau.
Kepala SMAN 2 Timpah, Yedija, mengaku terharu sekaligus tidak menyangka hujan datang begitu cepat.
“Ini kami ada turun hujan sebentar. Sungguh luar biasa doa anak-anak. Saya juga tidak menyangka secepat ini. Dalam rentang waktu enam jam setelah salat istisqa, hujan,” tuturnya.
Sebelumnya, Yedija menjelaskan, sekolah yang jauh dari ibu kota Kecamatan Timpah dan terletak di dataran pasir ini begitu terasa panas dan kering.
Kondisi tersebut semakin berat dengan adanya karhutla di sekitar sekolah hingga menimbulkan asap.
Situasi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membuat aktivitas warga sekolah terbatas.
Bagi keluarga besar SMAN 2 Timpah, hujan menjadi momen spiritual dan menegaskan tentang pentingnya doa dan ikhtiar, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan serta kepedulian terhadap alam dan lingkungan di tengah kondisi kemarau dan ancaman kebakaran hutan dan lahan. (wartabanjar.com)