WARTABANJAR.COM, GAMBUT - Kebakaran hutan & lahan (karhutla) terjadi di Jalan Handil Kandangan, Kelurahan Kayu Bawang, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Kamis (27/8) siang. 

Api berkobar di lahan persawahan warga hingga membuat para petani panik. 

Tampak mereka berjibaku memadamkan api dengan menggunakan pohon pisang. 

Masing-masing membawa pohon pisang ke arah kobaran api untuk memadamkan api. 

Dari video yang diterima wartabanjar.com, kobaran api bertambah besar karena kecangnya angin. 

Baca Juga Pertamina Klaim Stok Aman Saat Antrean BBM di Kotim Makin Panjang

Baca Juga Asap Tebal dan Bau Menyengat Hantam Sungai Lulut, Kegiatan Luar Ruangan MIN 4 Banjar Dihentikan

Hingga berita ini dirilis, belum diketahui kondisi terkini lokasi karhutla. 

Hingga 23 Agustus 2026, tercatat 1.818 kejadian karhutla di Kalsel dengan perkiraan luas lahan terbakar mencapai 8.620 hektare.

Data tersebut disampaikan Arian, Kasubdit Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, saat memaparkan kondisi terkini penanganan karhutla di Pos Lapangan 1 Penanganan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan serta Kekeringan Kalsel 2026, Jalan Bangun Praja, Banjarbaru, Senin (24/8/2026).

Dalam pemaparannya, Arian mengatakan angka tersebut berdasarkan hasil pemantauan visual di lapangan. 

Namun, angka luasan lahan terbakar masih akan dianalisis dan dihitung kembali bersama Kementerian Kehutanan untuk mendapatkan data resmi.

“Sampai dengan tanggal 23 kemarin, ada 1.818 kali kejadian kebakaran hutan dan lahan yang sudah tercatat, dengan perkiraan luas lahan terbakar 8.620 hektare berdasarkan hasil pantauan visual di lapangan,” kata Arian.

Ia menjelaskan, tiga daerah dengan jumlah kejadian karhutla tertinggi berada di Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, dan Kabupaten Tanah Laut.

Sementara berdasarkan perkiraan luasan lahan terbakar, Kabupaten Banjar menjadi daerah dengan luasan tertinggi, disusul Tanah Laut dan Banjarbaru.

Arian menyebut saat ini terdapat delapan kabupaten/kota yang telah menetapkan status siaga darurat karhutla.

Kedelapan daerah tersebut yakni Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tapin, Barito Kuala, Tanah Bumbu, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, dan Balangan.