WARTABANJAR.COM - Demam Berdarah Dengue (DBD) biasa muncul saat musim kemarau tiba. Biasanya disebabkan genangan atau penampungan air. 

Nyamuk penular dengue berkembang biak pada tempat-tempat yang menampung air bersih, seperti bak mandi, ember, vas bunga, talang air, dan barang bekas yang dapat menampung air hujan.

Simak tips sehat gejala DBD yang banyak biasanya muncul saat musim kemarau. 

Berikut beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena DBD antara lain :

1.   Tinggal atau beraktivitas di daerah endemis DBD.

2.   Banyak terdapat tempat perkembangbiakan nyamuk di lingkungan sekitar.

3.   Tidak melakukan pemberantasan sarang nyamuk secara rutin.

4.   Tidak menggunakan perlindungan dari gigitan nyamuk.

5.   Pernah terinfeksi virus dengue sebelumnya.

6.   Memiliki daya tahan tubuh yang rendah.

Baca Juga Tips Sehat, Olahraga Ringan Dapat Memperpanjang Umur Selain Jalan Kaki

Baca Juga Tips Sehat Berjemur di Pagi Hari Juga Bisa Atasi Mood

Risiko penularan dapat meningkat terutama pada musim hujan karena banyak genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes.

Gejala DBD biasanya muncul 4-10 hari setelah seseorang digigit nyamuk yang membawa virus dengue. Beberapa gejala yang sering muncul meliputi :

Demam tinggi mendadak hingga mencapai 39-40°C.

Sakit kepala berat.

Nyeri di belakang bola mata.

Nyeri otot dan sendi.

Mual dan muntah.

Nafsu makan menurun.

Muncul ruam kemerahan pada kulit.

Pada kondisi yang lebih berat dapat ditemukan :

1.   Mimisan atau gusi berdarah.

2.   Muntah darah atau buang air besar berwarna hitam.

3.   Nyeri perut hebat.

4.   Tubuh terasa sangat lemas.

5.   Tangan dan kaki terasa dingin.

6.   Penurunan kesadaran

Pemeriksaan dan Diagnosis DBD

Diagnosis DBD dilakukan melalui wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan yang dapat dilakukan meliputi :

1.    Pemeriksaan Fisik