Enam Hari di Laut Jawa, Relawan Borneo Rescue Ceritakan Evakuasi Korban Kapal Virgo
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Laut menjadi medan baru bagi tiga relawan Borneo Rescue, ketika mereka ikut dalam operasi evakuasi korban Kapal Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa.
Selama enam hari pada pekan kedua operasi, mereka berada di antara rangkaian proses evakuasi.
Ada yang bertugas di kapal, berada di rescue zone, hingga turun langsung menggunakan perahu karet, untuk menerima korban yang dikeluarkan penyelam dari bangkai kapal.
Bagi mereka, operasi tersebut bukan sekadar misi SAR. Ini menjadi pengalaman pertama Borneo Rescue terlibat dalam operasi SAR laut.
Ricky Cahya Mukti Santosa menjadi salah satu relawan yang merasakan langsung perbedaan tersebut.
Selama bergabung dengan Borneo Rescue sekitar satu tahun, ia lebih banyak memiliki pengalaman di medan darat dan sungai.
“Kalau perasaan saya pribadi sebagai potensi SAR yang ikut on board itu bangga banget. Untuk sebagai relawan juga sangat bangga,” ujarnya saat memulai cerita, Minggu (04/10/2026) sore.
Kebanggaan itu muncul, karena operasi tersebut menjadi pengalaman pertama timnya menjalani SAR di laut.
“Soalnya ini pertama kali untuk tim Borneo Rescue ikut dalam SAR laut. Untuk SAR darat biasanya sering, sungai sudah sering. Tapi untuk SAR laut baru pertama kali ini,” katanya.
Baca Juga: Tim SAR Kalteng Kembali Temukan Dua Korban Kapal Virgo di Pantai Seruyan
Baca Juga: Keluarga Pertanyakan 55 Korban Kapal Virgo yang Masih Hilang, Basarnas Hentikan Penyelaman
Medan baru itu sekaligus membawa Ricky pada pengalaman yang belum pernah dirasakannya sebelumnya. Ia untuk pertama kalinya harus berada di kapal, dalam operasi pencarian dan evakuasi korban.
“Nervous pasti ada. Soalnya baru pertama kali, naik kapal pertama kali, habis itu mabuk laut juga. Jadi pasti nervous,” tuturnya.
Meski begitu, tugas di laut tetap harus dijalankan dengan prosedur keselamatan. Setiap kali keluar ke dek belakang, Ricky dan relawan lainnya wajib mengenakan pelampung.