Keluarga Pertanyakan 55 Korban Kapal Virgo yang Masih Hilang, Basarnas Hentikan Penyelaman
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Keputusan krusial mengenai pencarian dan evakuasi korban tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 diambil Basarnas.
Penyelaman yang selama ini menjadi andalan operasi SAR dan sukses mengevakuasi 50 korban dari dalam bangkai kapal dihentikan.
Keputusan ini disampaikan Kepala Basarnas Mohammad Syafii di Banjarmasin, Sabtu (3/10/2026) malam.
"Operasi pencarian dalam badan kapal dapat dilaksanakan kembali setelah kapal berhasil diangkat, berada dalam kondisi stabil, dan resiko terhadap tim evakuasi dapat terukur atau dikendalikan," katanya.
Baca juga: "Masih Sakit Ingat-ingat Anak Ulun", Kasus Tenggelamnya Siswa MTs Al Furqan Belum Ada Titik Terang
Baca juga: Ayo Ikuti Khitanan Massal Gratis di Batola, Banjarmasin dan Banjar
Selanjutnya, operasi SAR terhadap 55 korban yang masih dinyatakan hilang fokus pada area permukaan laut dan pesisir pantai.
Tim SAR gabungan akan mengerahkan kekuatan untuk menyisir lokasi yang diduga menjadi tempat korban hanyut terbawa arus.
Korban diduga berada di wilayah perairan Kalimantan Selatan (Kalsel), Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Barat (Kalbar).
Oleh karena itu, ungkap Syafii, pihaknya mendesak PT Virgo Karya Shipping (VKS) agar proses salvage atau pengangkatan bangkai kapal Virgo Transport 8 yang karam di Laut Jawa itu segera dimulai.
"Mendorong tim salvage untuk melaksanakan pengerjaan pengangkatan dan stabilisasi kapal," tegas Syafii.
Adapun alasan operasi SAR underwater atau penyelaman ke dalam badan kapal berhenti karena sejumlah faktor.
Pertama, tumpukan barang atau material yang ada dalam badan kapal membahayakan.
Kedua, sejak hari ke-19 operasi SAR, tim penyelam tidak menemukan korban.
Ketiga, posisi kapal yang kerap berubah-ubah dapat membahayakan penyelam, apalagi terjadi kemiringan ekstrem.
Keempat, visibilitas atau jarak pandang terhadap objek di dalam laut sangat minim.
France Meo, keluarga salah satu korban, mempertanyakan nasib puluhan korban yang masih hilang termasuk keponakannya, Wilfridus Ghari Meo.
"Nanti nasib mereka korban yang masih hilang bagaimana? Keponakan saya sampai sekarang juga tak ada kabar," katanya, Minggu (4/10/2026).