Enam Hari di Laut Jawa, Relawan Borneo Rescue Ceritakan Evakuasi Korban Kapal Virgo
Korban yang sudah diterima tidak langsung dibawa ke bagian lain. Dari perahu karet, mereka langsung mengantarkannya menuju KN SAR Pacitan.
Setelah korban diserahkan, perahu kembali mengambil korban berikutnya dari area penyelaman.
“Langsung ke KN SAR Pacitan-nya, langsung diantar ke situ. Jadi dari KN SAR Pacitan ngambil lagi,” katanya.
Jumlah korban yang mereka tangani, membuat pengalaman enam hari tersebut terasa berbeda dibanding operasi yang pernah mereka ikuti sebelumnya.
Badrus memperkirakan ada sekitar 35 korban yang dievakuasi melalui timnya, selama enam hari bertugas.
“Kemungkinan kemarin sekitar 35-an korban yang dievakuasi,” ucapnya.
Jumlah korban dalam satu perjalanan perahu karet tidak selalu sama. Kapasitas perahu dan kondisi di lapangan menjadi pertimbangan, sebelum mereka kembali menuju kapal utama.
“Biasanya ada yang satu saja dulu, antar lagi ke KN Pacitan, baru mengambil lagi. Ada yang seperti itu, ada yang langsung dua. Jadi kesanggupan perahunya dulu yang dilihat,” jelasnya.
Enam hari di laut juga bukan perkara mudah bagi Badrus dan relawan lainnya. Tubuh mereka harus beradaptasi dengan medan yang selama ini belum menjadi bagian dari pengalaman utama mereka.
“Kalau itu rata-rata muntah. Dari kami maupun dari yang lain juga,” katanya.
Namun, rasa tidak nyaman tersebut tidak menghentikan tugas mereka. Setiap kali ada korban yang dikeluarkan penyelam, tim kembali menjalankan bagian masing-masing.
Kondisi bangkai kapal yang berada di dasar laut membuat proses tersebut juga bergantung pada keadaan permukaan.
Bangkai kapal berada sekitar 30 meter di bawah permukaan laut, namun masih dapat terlihat dari area perahu karet.
“Kalau Kapal Virgo yang tenggelam ini sudah sampai dasar. Tapi masih kelihatan, karena dalamnya enggak terlalu dalam, sekitar 30 meter,” tutur Badrus.
Rekannya, Muhammad Ehsan memiliki pengalaman lain dalam operasi tersebut. Ia sempat bertugas di kapal dan kemudian berada di perahu karet.
Ia melihat bagaimana pembagian tugas membuat proses evakuasi berjalan dari satu titik ke titik berikutnya.