WARTABANJAR.COM, TANJUNG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, tidak menyeragamkan penerapan sistem lima atau enam hari sekolah di tingkat SD dan SMP.

Saat ini, sejumlah sekolah masih menerapkan sistem full day (lima hari sekolah), sementara sekolah lainnya tetap menjalankan kegiatan belajar selama enam hari dalam sepekan.

Kepala Disdikbud Tabalong, Gusti Judid Ihsan Permana, mengatakan perbedaan penerapan tersebut disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.

Ditambahkannya, sekolah perlu mempertimbangkan berbagai aspek sebelum menentukan pola hari belajar yang akan diterapkan.

"Jadi ini lebih ke bagaimana koordinasi antara pihak sekolah dengan orang tua siswa dan komite sekolah, dan juga melihat sejauh mana urgensinya dengan kebutuhan si anak," ujar Judid, Minggu (04/10/2026).

Ia menjelaskan, sebelum menetapkan jumlah hari sekolah, satuan pendidikan perlu melakukan musyawarah bersama komite sekolah dan orang tua siswa.

Pertimbangan tersebut antara lain mencakup ketersediaan dan kebutuhan tenaga pengajar, kondisi peserta didik, serta kondisi dan kearifan lokal di lingkungan sekolah.

Baca Juga: Pemkab Tabalong Dorong Penjahit Lokal Jadikan Seragam Gratis sebagai Alat Promosi Usaha

Baca Juga: Pasar Murah Sasar 12 Kecamatan Tabalong, Minyak Goreng Dijual Rp17.500 per Liter

"Perpres ini sudah ada mulai 2017, namun implementasinya kemarin kami coba sampaikan ke seluruh kepala sekolah pada saat memulai ajaran baru tahun 2026," kata Judid.

Dijelaskannya, kondisi sosial di lingkungan sekolah menjadi salah satu alasan pemerintah daerah memberikan ruang, bagi satuan pendidikan untuk menentukan pola hari sekolah yang paling sesuai.

Dalam praktiknya, lenjut Judid, ada sekolah yang dinilai lebih sesuai menerapkan lima hari sekolah, tetapi ada pula yang masih membutuhkan pola enam hari sekolah.

Karena itu, penerapan sistem tersebut tidak semata-mata ditentukan berdasarkan pilihan sekolah, tetapi perlu mempertimbangkan kebutuhan siswa dan hasil koordinasi dengan orang tua serta komite sekolah.

Judid berharap, baik sistem lima hari maupun enam hari sekolah, tetap dapat menjaga efektivitas proses pembelajaran. (wartabanjar.com)