Kementerian Lingkungan Hidup Salurkan Bantuan untuk 300 Warga Terdampak Karhutla di Banjarbaru
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyalurkan bantuan kepada 300 warga terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (24/8/2026).
Bantuan secara simbolis diserahkan Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat.
Bantuan disalurkan di dua titik terdampak yakni Jalan Kurnia Ujung dan Jalan Golf Ujung, Kelurahan Landasan Ulin Utara.
Kabid Wilayah 2 (Kalsel-Teng) Pusdal LH Kalimantan, Heri Susanto, mengatakan bantuan diberikan kepada 200 warga di kawasan Landasan Ulin, sedangkan 100 warga lainnya berada di kawasan Jalan Golf Ujung.
Heri mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat yang masih merasakan dampak karhutla.
"Sebagai bentuk permohonan maaf pemerintah karena belum bisa menyelesaikan kebakaran lahan ini sehingga masih berdampak kepada masyarakat," katanya.
Baca juga: Menteri LH Tinjau Karhutla di Banjarbaru, 11 Perusahaan di Kalsel Teridentifikasi Bakar Lahan
Baca juga: Seleksi Sekda HST Mengerucut ke Tiga Besar, Pemkab Tunggu Persetujuan BKN
Seorang warga terdampak, Nanik Purwadewi, mengatakan kebakaran lahan di sekitar tempat tinggalnya telah berlangsung lebih dari seminggu.
Menurutnya, kondisi tahun ini cukup parah karena musim kemarau.
Selama ini, warga lebih banyak berupaya memadamkan api secara mandiri.
Ia mengatakan, asap karhutla cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.
Bahkan, kondisi tersebut membuat pekerjaannya sebagai petani sayur dan pengelola kebun menjadi tidak stabil.
Nanik juga mengaku mengalami keluhan kesehatan akibat paparan asap, seperti batuk dan sesak napas.
Meski demikian, lahan kebunnya masih dalam kondisi aman karena titik kebakaran berada di sekitar area kebunnya.
Terkait bantuan yang diterima dari Kementerian Lingkungan Hidup, Nanik mengaku bersyukur dan merasa sangat terbantu.
Sementara itu, Heri menegaskan penanganan karhutla ke depan tidak hanya berfokus pada penanganan dampak, tetapi juga pencegahan.
Ia mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan.
"Jangan pernah coba-coba untuk memulai bakar lahan. Karena mengendalikan atau mencegah itu lebih mudah dan murah. Kalau sudah terbakar, kita membutuhkan biaya yang sangat besar untuk memadamkan," tegasnya.