WARTABANJAR.COM, BALIKPAPAN - Hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah Kalimantan Timur seperti Kota Balikpapan, Ibu Kota Nusantara (IKN), Bendungan Sepaku Semoi, hingga zona rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Berau dan Mahakam Ulu (Mahulu), Senin (24/8/2026).

Di Balikpapan, hujan cukup deras sekitar satu jam hingga membasahi sejumlah ruas jalan dan lingkungan permukiman pada Senin pagi. 

Namun adanya hujan di tengah musim kemarau dan maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan berarti musim hujan segera tiba.

Baca juga: Karhutla Landasan Ulin Utara Meluas, Warga Keluhkan Asap dan Minta Sumur Bor

Hujan itu hasil Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). 

Ketua Tim Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Huda Abshor Mukhsinin, menyatakan hujan itu hasil OMC terhadap awan berpotensi hujan.

"Khususnya di Sepaku itu memang hasil dari usaha modifikasi cuaca," ujarnya.

Baca juga: Menteri LH Tinjau Karhutla di Banjarbaru, 11 Perusahaan di Kalsel Teridentifikasi Bakar Lahan

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat hujan juga terjadi di Kutai Kartanegara (Kukar), Kutai Timur (Kutim), Kutai Barat (Kubar) dan Penajam Paser Utara (PPU).

"Berau hujan dengan intensitas sedang, Mahulu ringan. Terpantau juga hujan dengan intensitas rendah di sekitar Kubar bagian selatan, Kukar bagian barat daya, Balikpapan dan PPU bagian barat laut," kata Huda.

Hujan di IKN terjadi setelah Otorita IKN (OIKN) melakukan OMC pada Minggu (23/8/2026) dan Sabtu (22/8/2026).

Sebanyak 800 kilogram garam atau natrium klorida (NaCl) disemai pada sejumlah titik yang memiliki potensi pertumbuhan awan di kawasan utara IKN.

Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Manajemen dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga mengatakan penyemaian dilakukan sekitar 20-30 mil di utara IKN, termasuk di atas Daerah Aliran Sungai (DAS) Tengin dan DAS Sepaku.

Kedua wilayah tersebut menjadi bagian penting dalam pasokan cadangan air bagi kawasan IKN.