"Operasi hari pertama difokuskan untuk memicu hujan di titik-titik yang memasok air ke embung dan intake. Tujuannya agar volume cadangan air bisa kembali naik," ujar Danis, Sabtu. 

OMC dijadwalkan berlangsung hingga 27 Agustus 2026 dengan penyemaian yang disesuaikan berdasarkan kondisi awan dan atmosfer setiap hari.

Komandan Lanud Dhomber, Kolonel Pnb I Gusti Ngurah Sorga Laksana sebelumnya mengatakan, OMC dilakukan dengan dukungan pesawat milik TNI AU.

Casa 212 A-2105 milik TNI AU diberangkatkan dari Base Ops Lanud Dhomber pada Sabtu sore untuk mendukung pelaksanaan OMC.

Pesawat itu memiliki kemampuan terbang hingga 4 jam dengan kapasitas angkut bahan semai mencapai 800 kilogram.

Pelaksanaan OMC dilakukan di tengah terbatasnya pertumbuhan awan potensial selama musim kemarau. 

Kondisi tersebut membuat pemantauan atmosfer menjadi penting untuk menentukan titik penyemaian yang dinilai paling memungkinkan menghasilkan hujan. (wartabanjar.com)