Air Mati Total, PAM Bandarmasih Sibuk Beri Alasan, Warga: "Darimana Nanti Mendapat Air Bersih"
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Warga Kota Banjarmasin, Provinisi Kalimantan Selatan (Kalsel) harus menerima kenyataan kurang sedap. Pasalnya, kebutuhan mereka akan air bersih dari PT Air Minum (PAM) Bandarmasih kini terancam, karena debit air PAM yang mengalir ke rumah mereka berkurang bahkan mati total.
Warga di Jalan Akasia 2, Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Aisiyah Agustin (54), misalnya, terpaksa harus putar otak, agar kebutuhan air bersihnya tetap terpenuhi walau air PAM Bandarmasih mati total di rumahnya, Minggu (23/08/2026) pagi hingga siang.
Pantauan Wartabanjar.com di rumah Aisiyah, keran air PAM sudah tidak mengeluarkan air sama sekali. Ia pun putar otak dengan cara menampung di ember saat air PAM keluar kecil.
Menurut Aisiyah, kondisi itu terjadi sejak sekitar pukul 05.30 Wita hingga siang bahkan sore hari, dan sudah terjadi beberapa hari belakangan ini.
"Tadi pagi ada keluar tapi kecil sekali. Tapi sekarang dari jam setengah enam pagi tadi sudah mati total, tidak keluar sama sekali airnya. Sudah dua hari begini terus, sebelum-sebelumnya juga sering kecil sedikit," ungkap Aisiyah saat ditemui Wartabanjar.com di rumahnya, Minggu pagi.
Tak hanya kecil atau mati total, air PAM yang keluar di rumah Aisiyah juga keruh berwarna kecoklatan. Hal ini, kata Aisiyah, membuat dirinya kurang nyaman memakai air tersebut untuk keperluan mandi, cuci, masak, dan minum.
"Selain kecil atau mati total, airnya juga keruh begitu. Padahal biasanya pakai untuk mandi, cuci, masak atau buat keperluan minum. Tapi sekarang begini jadi mau bagaimana lagi, bingung juga soalnya kalau air bersih selama ini kan pakai yang dari PAM," katanya pasrah.
Kondisi serupa dialami warga di Jalan Prona 1, Kelurahan Pemurus Baru, Kematan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin, Wardiana. Menurutnya, air PAM sering keluar sedikit, bahkan sampai mati total.
Baca Juga: Intake Sungai Bilu Berhenti Produksi, Debit Air Leding di Banjarmasin Menurun Drastis