WARTABANJAR.COM, BARABAI – Niat menegur seorang pria yang mengamuk di area parkir Plaza Murakata Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan justru berujung petaka bagi ES (39).

Warga Kelurahan Barabai Darat itu mengalami luka setelah dipukul menggunakan kayu dan ditusuk menggunakan senjata tajam oleh seorang pria berinisial BR (43), Kamis (20/8/2026) malam.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.45 WITA di area parkiran Plaza Murakata, Kecamatan Barabai.

Kapolres HST AKBP Jupri JHP Tampubolon melalui Kasat Reskrim AKP Andi Patinasarani saat di konfirmasi pada Jum’at (21/8/2026) mengatakan, kejadian bermula ketika BR datang ke area parkiran untuk mencari seseorang berinisial RY yang diketahui sama-sama bekerja sebagai penjaga parkir.

Namun, RY tidak berada di lokasi saat BR datang.

BR kemudian mengamuk di area parkiran. Melihat hal tersebut, ES menegur BR.

Baca Juga Lahan Desa Pengayuan Banjarbaru Terbakar, Arus Lalu Lintas ke Pelaihari Tala Merayap

Baca Juga Damkar HST dan Relawan Tangani Lima Kebakaran Lahan di Empat Kecamatan dalam Sehari

Teguran itu justru memicu pertengkaran. BR kemudian menyerang ES menggunakan kayu dan senjata tajam.

Akibat serangan tersebut, ES mengalami luka pada bagian dada sebelah kiri, tepatnya di sekitar ketiak kiri. Korban juga mengalami luka akibat penusukan pada bagian perut sebelah kiri dan dada samping kiri.

Usai diserang, ES sempat menjauh dari lokasi menuju kawasan samping Kantor Pos Barabai yang saat itu terdapat kerumunan warga.

Namun, saat tiba di trotoar jalan, korban tiba-tiba tumbang.

Warga yang berada di sekitar lokasi kemudian memberikan pertolongan dan membawa ES ke Rumah Sakit Damanhuri Barabai untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara itu, polisi bergerak setelah menerima laporan mengenai kejadian tersebut.

Piket Pamapta bersama Unit Pidum dan Unit Buser Satreskrim Polres HST melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan korban dan sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Dari keterangan korban dan saksi, polisi memperoleh informasi mengenai identitas pria yang diduga melakukan penganiayaan.