WARTABANJAR.COM, BARABAI – Bantuan pemerintah untuk petani di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) diharapkan tidak habis di tangan penerima.

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD HST, Yajid Fahmi, berharap bantuan berkembang dan dapat juga dirasakan petani lain.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri pertemuan Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Batang Alai Selatan (BAS), Kamis (1/10/2026).

Yajid mencontohkan bantuan peternakan dan perikanan. 

Baca juga: 

Tujuh Korban Kapal Virgo di Perairan Kalteng Berupaya Dievakuasi, Perahu Karet Hanyut Sampai Kalbar

Baca juga: 

Paman Birin dan Gubernur Kalteng Agustiar Sabran Masuk Daftar Pengurus Baru PBNU

Menurutnya, bantuan seharusnya diberikan kepada warga yang memang memiliki kemampuan dan kesiapan mengelola usaha tersebut.

“Jangan sampai bantuan diberikan, tetapi penerimanya tidak mampu mengelola. Akhirnya bantuan tidak berkembang dan manfaatnya tidak maksimal,” ujarnya.

Ia juga menyoroti biaya produksi yang masih menjadi beban petani. 

Menurutnya, pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) dapat membantu menekan biaya sekaligus membuat pekerjaan di lapangan lebih efisien.

Di sisi lain, Yajid mendorong peningkatan kemampuan kelompok tani. Bantuan pemerintah dinilai akan lebih berdampak apabila dibarengi kemampuan petani dalam mengembangkan usaha secara mandiri.

Yajid berharap dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian terus diperkuat, baik melalui anggaran maupun program pemberdayaan.

Menurutnya, sektor pertanian memiliki potensi besar untuk menggerakkan ekonomi masyarakat HST. Karena itu, bantuan yang disalurkan harus benar-benar memberikan hasil bagi petani, bukan sekadar tercatat sebagai program. (wartabanjar.com)