WARTABANJAR.COM, BONTANG – Tidak akan ada kemeriahan dalam peringatan Hari Jadi Ke-27 Kota Bontang Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada 12 Oktober 2026.

Peringatan akan digelar lebih sederhana.

Pemerintah Kota Bontang memastikan tidak menggelar Bontang City Carnival (BCC) dan pawai budaya.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan, keputusan tersebut diambil karena keterbatasan anggaran akibat penurunan dana transfer ke daerah dari pemerintah pusat.

“BCC dan pawai budaya kami tidak laksanakan tahun ini. Karena tidak ada uangnya,” ucap Neni.

Baca juga: Pemkab Tabalong Salurkan 8.000 Liter BBM untuk Relawan Penanggulangan Bencana

Baca juga: Santunan Korban Meninggal Kapal Virgo Total Rp 3 Miliar 28 Juta Diserahkan kepada Keluarga

Menurut Neni, rangkaian kegiatan seperti upacara, BCC, dan pawai budaya setidaknya membutuhkan anggaran sekitar Rp1 miliar.

Di tengah kondisi keuangan daerah saat ini, anggaran tersebut dinilai lebih baik dialihkan untuk program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Rencananya, rangkaian kegiatan diisi rapat paripurna DPRD serta agenda syukuran secara sederhana.

“Sederhana saja. Alokasi Rp1 miliar mending kami alihkan ke bantuan sosial. Untuk warga miskin. Untuk agenda seremonial lebih baik ditiadakan,” sambungnya.

APBD Kota Bontang tahun 2026 ditetapkan sekitar Rp1,9 triliun.

Menurut Neni, kemampuan anggaran tersebut mengalami penurunan signifikan karena transfer dari pemerintah pusat tidak masuk sesuai kebutuhan daerah.

Total anggaran daerah disebut mengalami pemangkasan hingga hampir Rp1,5 triliun.

Kondisi tersebut membuat Pemkot Bontang harus melakukan penyesuaian terhadap sejumlah agenda dan penggunaan anggaran.

“Mau bagaimana. Pemerintah pusat melakukan efisiensi. Pasti pemda kena lah,” pungkas Neni. (wartabanjar.com)