DKPPP Tabalong Luncurkan Si Rupa, Aplikasi untuk Pantau Stok Pangan
WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKPPP) Kabupaten Tabalong meluncurkan aplikasi Si Rupa, untuk memudahkan pemantauan data ketersediaan dan stok pangan di Tabalong.
Peluncuran aplikasi ini diluncurkan oleh Bupati Tabalong HM Noor Rifani, di Hotel Aston Tanjung, Rabu (01/10/2026).
Kepala DKPPP Kabupaten Tabalong, Fahrul Raji, menjelaskan aplikasi Si Rupa dirancang untuk menyediakan data mengenai stok pangan yang masuk maupun keluar, sehingga ketersediaan komoditas pangan dapat dipantau secara lebih cepat dan terdata secara berkala.
"Melalui Si Rupa, data stok pangan dapat dihimpun untuk mengetahui ketersediaan pangan setiap bulan. Sistem ini juga mengintegrasikan data dari sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD), yang sebelumnya masih dilakukan secara manual," jelasnya.
Dengan adanya aplikasi tersebut, proses pengumpulan dan pemantauan data diharapkan menjadi lebih cepat, serta memudahkan pemerintah dalam mengetahui kondisi stok pangan di Tabalong.
Tak hanya berfungsi sebagai sistem pendataan, Si Rupa juga terhubung dengan kios pangan yang tersebar di sejumlah wilayah.
Melalui sistem ini, masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan pangan, seperti beras, minyak goreng, gula, telur, dan komoditas pangan lainnya.
Baca Juga: Pemkab Tabalong Salurkan 8.000 Liter BBM untuk Relawan Penanggulangan Bencana
Baca Juga: Remon Bima Persadha Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila di Tabalong
"Saat ini terdapat lima titik kios pangan di Tabalong, di antaranya berada di Kecamatan Banua Lawas, Muara Uya, dan Upau," terang Fahrul.
Salah satu pengelola kios pangan di Desa Masingai II, Kecamatan Upau, Tugiran, mengatakan kios pangan permodalannya untuk sementara melalui swadaya, dan mendapat pendampingan serta pembinaan dari DKPPP Tabalong.
"Untuk isi kios ada beras, minyak goreng, gula, telur dan komoditas pangan lainnya," ujar Tugiran.
Dikatakannya, ketersediaan beras di kios pangan Desa Masingai II saat ini mencapai sekitar 20 ton.
Ia berharap, keberadaan kios pangan dapat membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.