WARTABANJAR.COM, BARABAI – Lima titik kebakaran lahan muncul di sejumlah wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) dalam rentang waktu yang berdekatan.

Kebakaran terjadi pada lahan dengan kondisi berbeda, mulai dari semak belukar, kebun hingga lahan rumbia.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) HST bersama Tagana, TNI, Polri, BPK/PMK, relawanpun harus bergerak ke sejumlah lokasi untuk melakukan pengecekan dan pemadaman.

Kepala Pelaksana BPBD dan Damkar HST melalui Kasi Kedaruratan, Fitriadinor, mengatakan lima kejadian tersebut tercatat dalam satu hari, dengan lokasi tersebar di empat kecamatan.

“Pada Rabu, 19 Agustus 2026, ada lima kejadian kebakaran lahan yang kami tangani. Lokasinya tersebar di Barabai, Labuan Amas Selatan, Pandawan dan Batang Alai Utara,” kata Fitriadinor.

Baca juga: 5.055 Kasus ISPA Tercatat di HST, Dinkes Peringatkan Warga Waspadai Kabut Asap

Di Kecamatan Barabai, kebakaran terjadi di Desa Benawa Tengah dan membakar semak belukar dengan luasan sekitar 0,025 hektare.

Berikutnya di Desa Benua Kepayang, Kecamatan Labuan Amas Selatan, petugas menangani kebakaran pada area semak belukar seluas sekitar 0,5 hektare.

Masih di Kecamatan Labuan Amas Selatan, kebakaran juga terjadi di Panggang Marak. 

Baca juga: Wisata Halau-Halau HST Berpeluang Dibuka Lagi, Aturan Pendakian Bakal Dibenahi

Lahan rumbia yang terbakar diperkirakan mencapai 3 hektare dan api telah dinyatakan padam 100 persen.

Sementara di Desa Masiraan, Kecamatan Pandawan, area semak belukar yang terbakar diperkirakan mencapai 2,5 hektare. Petugas melakukan penanganan pada area sekitar 1,5 hektare.

Titik lainnya berada di Desa Telang, Kecamatan Batang Alai Utara. 

Kebakaran melanda kawasan semak belukar dan kebun dengan luasan sekitar 4 hektare, sementara area yang dilakukan penanganan sekitar 1,2 hektare.

Fitriadinor mengatakan petugas melakukan ground check dan pemadaman di lokasi-lokasi tersebut.

“Petugas langsung melakukan ground check dan pemadaman di lokasi. Penanganan dilakukan sesuai kondisi masing-masing titik kebakaran,” ujarnya.

Untuk penyebab kebakaran, Fitriadinor mengatakan masih dalam penyelidikan pihak berwajib.