5.055 Kasus ISPA Tercatat di HST, Dinkes Peringatkan Warga Waspadai Kabut Asap
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Ribuan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) tercatat di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, dalam dua bulan terakhir.
Di tengah kondisi itu, masyarakat diminta lebih waspada menjaga kesehatan pernapasan, terlebih kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) berpotensi menurunkan kualitas udara di sejumlah wilayah.
Mewakili Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) HST dr. Desfi Delfiana Fahmi, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Mualim, mengatakan penggunaan masker menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat saat beraktivitas di luar rumah.
“Data kasus ISPA yang tercatat pada Juni sampai Juli ada sebanyak 5.055 kasus. Meski ISPA memiliki berbagai penyebab, masyarakat tetap kami minta menjaga kesehatan dan menggunakan masker kalau keluar rumah,” kata Mualim di Barabai, Jumat (21/8/2026).
Baca juga: Warga Pandawan HST Dikejutkan Kebakaran Dinihari, Dua Rumah Terbakar
Baca juga: Wisata Halau-Halau HST Berpeluang Dibuka Lagi, Aturan Pendakian Bakal Dibenahi
Menurut Mualim, banyak faktor yang dapat memicu ISPA.
Penyakit tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan paparan asap, tetapi juga dapat disebabkan virus, bakteri, polusi maupun kondisi lingkungan tempat tinggal.
Salah satu yang perlu diwaspadai adalah kualitas udara yang menurun akibat paparan asap kebakaran lahan.
“Paparan kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan menjadi salah satu faktor penyebabnya,” ujarnya.
Mualim menjelaskan, udara yang tercemar dapat membawa sejumlah partikel yang berpotensi mengganggu saluran pernapasan.
Kondisi tersebut perlu lebih diperhatikan masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan perkotaan.
Debu halus, asap kendaraan dan polusi dari aktivitas industri menjadi bagian dari paparan yang dapat memengaruhi kualitas udara.
Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak hanya mengandalkan masker ketika kondisi udara mulai terganggu. Kebiasaan menjaga kebersihan diri dan lingkungan juga perlu dilakukan untuk mengurangi risiko penularan maupun paparan penyebab ISPA.
“Penting masyarakat mengenali gejala dan mengambil tindakan pencegahan dengan menggunakan masker saat keluar rumah, mencuci tangan dan menjauhi orang sakit,” kata Mualim.