WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor untuk mengembangkan industri pendingin dan tata udara di Indonesia. 

Hal tersebut ditekankan dalam Acara Opening Seminar Nasional Asosiasi Praktisi Pendingin dan Tata Udara Indonesia (Apitu) Berbagi Ke-14 di Auditorium Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Kota Banjarbaru, pada Jumat (21/8/2026).

Gubernur Kalsel Muhidin melalui sambutan yang dibacakan oleh Asisten Umum Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Dinansah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini. 

Baca juga: Fokus Pemadaman Karhutla Diarahkan ke Bagian Utara Bandara Syamsuddin Noor Banjarbaru

Baca juga: Wisata Halau-Halau HST Berpeluang Dibuka Lagi, Aturan Pendakian Bakal Dibenahi

Ia menyoroti bahwa teknologi pendingin dan tata udara saat ini telah menjadi kebutuhan vital dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari rumah tangga, perkantoran, fasilitas kesehatan, hingga sistem penyimpanan dan distribusi makanan.

"Kegiatan Apitu Berbagi ke-14 ini memiliki nilai strategis dalam mempertemukan dunia pendidikan, dunia usaha, industri, praktisi, asosiasi profesi, serta pemerintah. Kolaborasi semacam inilah yang harus terus kita perkuat," ujar Dinansah mengutip sambutan Gubernur.

Pemprov Kalsel menyadari perlunya sinergi karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. 

Oleh karena itu, Pemprov Kalsel menaruh harapan besar agar Apitu Kalsel dapat menginisiasi lebih banyak program pelatihan dan sertifikasi kompetensi. 

Selain itu, asosiasi didorong untuk menjalin kemitraan dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan perguruan tinggi guna membuka kesempatan magang, sekaligus menumbuhkan bibit-bibit wirausaha baru di bidang jasa pendingin dan tata udara.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan, Moch. Agus Rofiqi, melaporkan bahwa antusiasme peserta dalam acara berskala nasional ini sangat tinggi dan berhasil melampaui target yang ditetapkan panitia.

"Hari ini jumlah peserta yang hadir melebihi target awal kita yang berjumlah 500 orang. Terdapat 409 pendaftar mandiri ditambah peserta yang membawa keluarga, sehingga total ada lebih dari 550 peserta dari seluruh Indonesia yang hadir. Alhamdulillah, target kita tercapai," lapor Agus.